KONI Jateng Mulai Kampanye

293

SEMARANG – Sisa waktu sekitar satu bulan menjelang bidding tuan rumah PON 2020 dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Pusat di Jakarta, akan dimanfaatkan oleh KONI Jateng untuk berkampanye.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta agar bupati/wali kota menyediakan venue di daerah masing-masing agar saat diverifikasi, venue sudah benar-benar dalam keadaan baik. Tak hanya itu, KONI Jateng meminta kepada semua pengprov dan badan fungsional untuk membuat spanduk dukungan tuan rumah PON.
“Kami memang meminta agar pengprov membuat spanduk dukungan tuan rumah PON 2020. Harapannya semua pelaku olahraga, mulai atlet, pelatih dan pembina ikut mensukseskan pencalonan Jateng sebagai tuan rumah PON. Kami sudah mengirim surat kepada semua pengprov,” kata Plt Ketua Umum KONI Jateng Hartono di kantor KONI kemarin.
Dijelaskan Hartono, tahapan sebelum bidding PON 2020 dimulai dari verifikasi venue dan akomodasi yang dilakukan KONI Pusat. Sesuai surat KONI Pusat No 37/UMM/I/2014 yang ditandatangani Ketua Umum Tono Suratman, kunjungan KONI Pusat untuk memverifikasi venue dilakukan bulan kedua atau tiga Februari.
Hasil dari dari verifikasi tersebut, mengacu surat KONI Pusat yang diteken Sekjen EF Hamidy akan dipaparkan pada RAT KONI Pusat awal Maret. Hanya saja soal tanggal dan tempatnya belum diputuskan.
Menurut Hartono, secara umum, Jateng sangat siap menjadi tuan rumah PON 2020. Alasannya selain memiliki venue, akomodasi yang memadai dan SDM, lokasi Jateng sudah sangat strategis dari sisi geografi. “Kami memang akan all out untuk menyukseskan tuan rumah PON 2020,” katanya.
Sementara itu, terkait dengan Pelatda desentraliasi, Hartono menjelaskan bahwa saat ini Binpres sedang menggodok nama-nama atlet yang layak masuk dalam kuota 170 atlet PJP. “Masih diverifikasi nama-nama yang layak masuk pelatda. Bulan ini diharapkan sudah rampung,” katanya. (bas/smu)