Minta Hadiyanto Dibebaskan

369

ROMADHON, 48, ayah korban dan tersangka meminta M. Hadiyanto, 19, tak dipenjara. Di matanya, anak ketiganya itu sosok yang baik dan penurut. Sedangkan, korban Panji Yulianto, 25, yang lama menderita gangguan jiwa memang sering mengamuk jika keinginannya tidak dituruti.
”Hadiyanto anak yang baik, kasihan kalau dipenjara. Dia berbuat seperti itu karena membela ibunya. Kalau anak pertama saya memang punya gangguan jiwa dan sering mengamuk. Kalau mengamuk sampai melakukan perusakan. Biasanya dia minta uang dan ayam. Kalaupun dituruti, dia masih tetap marah,” kata bapak lima anak ini kepada Radar Semarang.
Romadhon berharap, kasus pembunuhan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, tindakan anaknya bukanlah tindakan melanggar hukum lantaran Hadiyanto membela ibunya, dan membela diri saat hendak diancam oleh kakaknya. ”Kalau bisa dibebaskan saja, agar saya nggak kelilangan dua anak,” harapnya sembari menitikkan air mata.
Sudarno, 73, tetangga Romadhon mengaku, jika korban memang sering mengamuk dan meresahkan warga sekitar. ”Panji kalau mengamuk sering merusak, para tetangga sih maklum, karena dia mengidap gangguan jiwa. Kalau Hadiyanto selama ini berkelakuan baik,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Rochim, 35, tetangga yang lain. Dia mengatakan, jika Hadiyanto memang punya sifat yang baik. Sedangkan Panji kerap mengamuk jika penyakitnya kambuh. ”Hadiyanto orangnya baik, dia hanya membela ibunya. Kalau Panji sering berbuat onar jika penyakitnya kambuh,” katanya.
Hingga petang kemarin, para tetangga Romadhon terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Ibu korban dan pelaku, Sulasmi, terlihat masih shock, dan belum bisa dimintai keterangan. Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan hari ini. (den/aro/ce1)