Pelaku Curanmor Diringkus

321

Bermodus Menolong Korban
MUNGKID– Kasus pencurian kendaraan bermotor milik Anggraeni, 16, warga Desa/Kecamatan Mertoyudan dengan pelaku berpura-pura menawarkan pertolongan akhirnya terbongkar. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.
Pelaku diketahui bernama Sarifudin, 20, warga Desa Wonogiri Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Saat ditangkap motor milik korban masih dikuasai. Hanya diganti pelat nomor dan dimodifikasi.
“Pelaku kami tangkap di rumahnya, bersama barang bukti sepeda motor hasil operasinya. Sebelumnya, identitas pelaku kami peroleh dari facebook temannya. Secara kebetulan, ada foto pelaku saat menjadi joki. Melalui foto yang dibenarkan korban itulah, alamat pelaku kami dapatkan,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kapolsek Borobudur AKP Maryadi, Selasa (21/1).
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui dirinya telah melakukan penipuan tersebut. Rencananya, hasil penjualan sepeda motor itu akan ia gunakan untuk foya-foya. Naas, sebelum berhasil dia jual, polisi keburu menangkapnya.
“Untuk kasus ini, pelaku kami tuduhkan melanggar pasal 378 atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman penjara maksimal selama empat tahun,” katanya.
Untuk diketahui, modus pelaku menipu korban dengan cara SMS ke nomor acak. Jika calon korban menanggapi, dia baru melancarkan aksinya. Secara kebetulan, Anggraeni, menanggapi SMS pelaku yang belum pernah bertemu muka itu. Dari SMS itu, pelaku dan korban janjian bertemu di Lapangan Supardi, Sawitan pertengahan Desember 2013 lalu.
Di tempat itu, pelaku menceritakan jika temannya mau menjual HP murah. “Saat itu, pelaku mengaku bernama Ferdi,” kata Anggraeni, korban.
Karena korban tertarik, pelaku mengajaknya ke rumah temannya yang memiliki HP tersebut. Di tengah perjalanan, pelaku minta dirinya untuk terlebih dahulu mengantarnya mengambil modem. “Saat hendak berbelok arah itu, saya disuruh turun. Saat turun itulah, tiba-tiba pelaku langsung tancap gas membawa lari motor saya,” ungkapnya. (vie/lis)