Antisipasi Longsor dan Puting Beliung

342

WONOSOBO – Memasuki perubahan musim dan iklim ekstrem, tim SAR dari gabungan semua instansi di Wonosobo, diminta melakukan koordinasi dan pemantauan secara berkelanjutan. Karena wilayah kota dingin itu tergolong rawan bencana longsor dan puting beliung.
Untuk mengecek kesiapan tim SAR, Kepolisian Resor (Polres) Wonosobo kemarin (22/1) menggelar apel bersama. Dalam apel bersama yang dipimpin Kapolres AKBP Agus Pujianto tersebut, selain mengecek tim SAR dari tiap instansi, juga memeriksa alat-alat yang digunakan dalam berbagai penanggulangan bencana.
Kapolres AKBP Agus Pujianto mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi bencana alam tersebut, merupakan instruksi langsung dari kapolda Jateng, dalam upaya mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini terjadi. “Jadi tim penggulangan bencana, siap dikerahkan kapan saja,”katanya.
Khusus di Wonosobo, yang merupakan daerah rawan bencana tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung, pihaknya meminta setiap personel yang diterjunkan sebagai anggota siaga bencana lebih intensif melakukan pengawasan wilayah.
“Berbagai potensi kejadian bencana di beberapa titik rawan juga diharapkan mendapat perhatian khusus, demi meminimalkan kerugian dan korban jiwa,” paparnya.
Bupati Wonosobo Kholiq Arif mengatakan, Wonosobo merupakan salah satu kawasan yang rawan terhadap beberapa bencana, seperti longsor dan puting beliung. Beberapa lokasi yang rawan longsor di Kecamatan Kejajar, Kaliwiro, Wadaslintang dan Sukoharjo. Sedangkan yang rawan puting beliung Kecamatan Kertek, Sapuran Mojotengah dan Watumalang.
“Semua pihak harus intensif melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing,” tandasnya.
Sembari mencoba beberapa peralatan khusus penanggulangan bencana, Kholiq mengungkapkan harapannya, agar semua peralatan tersebut tak sering-sering dipergunakan di lapangan, yang artinya di Wonosobo tidak terjadi bencana.
“Warga Wonosobo harus banyak berdoa, semoga tidak ada bencana,” imbuhnya.
Koordinator SAR kabupaten, Muhail Efendi menegaskan, setiap anggota SAR selalu siap kapanpun dan di manapun dibutuhkan. Untuk kejadian bencana di air, Muhail menunjukkan dua perahu karet dengan jenis berbeda, dilengkapi dengan rompi pelampung, dayung, dan helm pengamannya.
“Dua perahu karet dapat digunakan untuk penanganan bencana di arus deras maupun di arus tenang,” tuturnya. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.