Banjir Rendam Ribuan Rumah 5 Desa

388

DEMAK-Cuaca ekstrim yang berlangsung hingga kemarin masih membuat sungai-sungai besar di wilayah Demak meluap. Setelah banjir merendam Desa Sayung, Kecamatan Sayung dan Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, kini banjir giliran merambah tiga desa lainnya. Yakni, Desa Mijen dan Desa Pecuk, Kecamatan Mijen dan Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar. Karena itu, hingga kemarin sudah lima desa yang terkena musibah banjir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak disebutkan, meluapnya Sungai Serang 1 dan 2 mengakibatkan ribuan rumah warga terendam air. Di Desa Mijen, ada sekitar 600 rumah (3.008 jiwa) dan di Desa Pecuk terdapat 590 rumah (2.702 jiwa) juga kebanjiran. Ketinggian air mencapai 50 cm. Banjir di Desa Mijen menggenangi dua dukuh dengan 19 RT dan 6 RW. Sedangkan, di Desa Pecuk merendam rumah di tiga dukuh dengan 11 RT dan 3 RW.
Secara terpisah, banjir di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar merendam 700 rumah penduduk. Kepala BPBD, Bambang Saptoro mengatakan, warga korban banjir sebagian mengungsi di masjid, madrasah, balai desa, serta di rumah tetangga yang posisinya lebih tinggi. Sebagian warga lainnya masih tetap bertahan di rumah masing-masing.
“Untuk meng-cover kebutuhan warga yang mengungsi, BPBD bersama PMI Demak mendirikan dapur umum. Hasil masakan didistribusikan ke lokasi bencana,” terang Bambang didampingi Kasi Rekonstruksi BPBD Agus Budiyono, kemarin.
Menurutnya, pihaknya terus melakukan pendataan para korban banjir serta melakukan upaya peninggian tanggul sungai dengan karung berisi tanah. Sudah sekitar 3 ribu karung didistribusikan ke tiga lokasi banjir. Selain itu, BPBD juga berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi pengungsi yang ditampung dalam tangki di posko 3 Mijen.
Sementara itu, dalam perkembangan yang sama, banjir yang melanda Desa Tedunan, Kecamatan Wedung sehari sebelumnya berangsur surut. Ketinggian air sekitar 40 cm. Kendati demikian, banjir masih merendam sekitar 750 rumah warga.
Untuk mengungsikan warga tersebut, petugas BPBD yang terdiri atas tim reaksi cepat (TRC) dan para relawan dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang masih terisolasi. Mereka dievakuasi ke Desa Mutih Kulon, Kecamatan Wedung. Dua perahu karet yang disiapkan kewalahan menampung warga yang dievakuasi. “Kurangnya perahu karet, karena kami sudah tidak bisa pinjam ke daerah tetangga,” tuturnya.
Seperti diketahui, banjir juga melanda Jepara, Pati dan Kudus. Kondisi banjir juga masih terjadi di Desa Sayung, Kecamatan Sayung. Hanya saja, air yang merendam sekitar 1.000 rumah warga beberapa hari sebelumnya kemarin juga sudah surut.
Untuk memantau banjir, kemarin, Wabup Harwanto bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR didampingi Kabag Humas Rudi Santosa dan pejabat terkait melakukan peninjauan ke lokasi banjir di Desa Tedunan dan Desa Pecuk. Beberapa posko yang dilengkapi dengan petugas kesehatan juga tetap bersiaga melayani warga yang gatal-gatal terkena dampak banjir.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Dispertan) Demak, Wiwin Widodomengatakan, banjir juga merusak tanaman padi di beberapa desa yang tergenang tersebut. Tanaman terancam puso.
“Untuk menentukan apakah puso atau tidak masih menunggu tujuh hari. Nanti kalau yang puso kita ajukan bantuan benih padi ke pemerintah pusat,” terangnya, kemarin.
Secara terpisah, Kapolres Demak AKBP Raden Setiyo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Sutomo mengatakan, pihak kepolisian turut mengerahkan personel untuk membantu evakuasi warga di lokasi banjir, termasuk mengevakuasi warga di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar. “Kami membentuk pasukan siaga banjir. Pasukan bergerak cepat membantu evakuasi warga dan lainnya,” katanya. (hib/ida)