Nyolong Motor, HP Tertinggal

295

TEMANGGUNG—Menjadi pencuri juga dibutuhkan keahlian khusus untuk tidak meninggalkan jejak. Namun, Mukhlasin, 25, tampaknya tidak mementingkan hal itu. Saat menjalankan aksinya, ia justru meninggalkan jejak dengan meninggalkan handphonenya di tempat kejadian. Akibatnya, dengan mudah warga Dusun Banyuurip Desa Pasuruhan Kecamatan Bulu ini dibekuk aparat kepolisian.
Mukhlasin sendiri mencuri sepeda motor milik tetangganya, Mahmudi, yang rumahnya tidak berjarak jauh dari tempatnya tinggal. Dari handphone yang ditinggalkan pelaku di rumah korban, petugas langsung membekuk pelaku ketika tengah bersantai di rumahnya. “Kasus ini terungkap setelah petugas menyelidiki temuan telepon gengam di rumah korban,”kata Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasubbag Humas AKP Marino.
Ia mengatakan, tersangka ini merupakan pencuri spesialis rumah kosong. Sebelum melakukan aksinya tersangka terlebih dahulu mengamati rumah yang menjadi incarannya. “Tersangka ini terbilang nekat, tersangka tega mencuri sepeda motor di rumah tetangganya sendiri,” katanya.
Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, sebuah sepeda motor Vega ZR nomor polisi AA 4677 BT, dua buah BPKB sepeda motor, sebuah telepon genggam Sony Ericsson dan sebilah sabit. “Tersangka mencongkel jendela dan menggasak isi rumah. Kebetulan kunci sepeda motor itu tegantung di sepeda motor, sehingga langsung dibawa kabur oleh tersangka,”terangnya.
Ia menambahkan, karena terbukti melakukan pencurian tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun pidana. “Masyarakat harus waspada, jika ingin meninggalkan rumah harus memberitahu tetangga karena saat ini banyak sekali pencuri yang memanfaatkan keadaan saat menlacarkan aksinya,” pesannya.
Sementara itu, Muhlasin ketika diinterograsi oleh petugas kepolisian mengaku, mencuri karena saat itu kondisi rumah kosong dan keadaan lingkungan sedang sepi. “Saat saya lewat depan rumah semua lampunya mati, kemudian saya pulang mengambil sabit untuk mencongkel jendela,” terangnya.
Namun naas, saat sudah berhasil membawa lari sepeda motor tersebut, telepon genggam miliknya justru jatuh di rumah Mahmudi. Kemudian selang dua hari dari pencurian yakni pada hari Minggu dirinya ditangkap polisi. “Saya mencuri Kamis malam, sepeda motor belum sempat saya jual karena saya tidak tahu di mana harus menjual sepeda motor curian, tidak tahunya Minggu (19/1) saya ditangkap polisi,”akunya. (zah/lis)