Banser Jangan Terprovokasi

327

TEMANGGUNG—Konflik yang terjadi antara Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah, Syihabudin dengan massa di Kabupaten Wonosobo membuat GP Ansor Temanggung sebagai wilayah terdekat ambil suara. Organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama ini diminta untuk tidak terpovokasi dengan adanya kejadian tersebut.
Ketua GP Ansor Temanggung, Yami Blumut mengatakan, pihaknya secara resmi telah menginstruksikan anggota di bawahnya, termasuk Satkorcab Banser untuk bersikap tenang dan tidak mudah terpancing dengan adanya kasus di Wonosobo. “GP Ansor Wonosobo telah melaporkan kepada polisi tentang kasus tersebut, kami minta anggota kami untuk jangan bertindak gegabah dan mengambil sikap provokatif,” kata Yami.
Instruksi tersebut merupakan turunan dari imbauan kasatkorwil Banser Jawa Tengah, Ali Mahfud, yang meminta agar Banser Temanggung harus tetap waspada dan siaga terhadap segala kemungkinan yang terjadi. “Yang terpenting adalah menjadi kondusifitas wilayah dan kinerja organisasi, dan jangan mudah terprovokasi dari isu-isu yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Meski demikian, pihaknya mengaku telah menjalin komunikasi aktif dengan pimpinan GP Ansor Wonosobo untuk melakukan koordinasi. Hal tersebut menjadi penting karena pada saat yang sama juga tengah mempersiapkan konferensi wilayah GP Ansor Jawa Tengah yang diagendakan pada Mei 2014 mendatang.
“Syarat untuk mengikuti menjadi peserta dan mempunyai hak pilih kepada seluruh PAC harus dalam satu tahun telah melaksanakan pendidikan kader dasar di kecamatan masing-masing. Oleh karena itu, kepada pengurus tingkat kecamatan lebih baik mempersiapkan kegiatan pengkaderan daripada ikut terlibat dalam kasus Wonosobo,” lanjut anggota KPU Temanggung ini. (zah/lis)