Kena DB, 2 Warga Meninggal

291

UNGARAN — Penyakit Demam Berdarah (DB) pada 2014 diprediksi meningkat. Utamanya, di daerah perkotaan. Tercatat, per 23 Januari 2014, sudah ada 21 kasus DB. Dua di antaranya meninggal dunia.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang memetakan, sejak 2010 hingga 2014, kasus DB terbanyak terjadi di wilayah perkotaan.
Dinkes membeber, pada 2010 ada 525 orang terkena DB, enam 6 di antaranya meninggal dunia. Lalu, pada 2011, sebanyak 108 orang terkena DB, dua di antaranya meninggal.
Berikutnya, pada 2012, ada 110 penderita, dua di antaranya meninggal dunia. Sedangkan pada 2013, ada 296 orang dengan 3 penderita meninggal dunia. Sementara itu, pada Januari 2014, tercatat ada 21 kasus DB, dua di antaranya meninggal.
Kepala Dinkes drg Gunadi melalui Kepala Sie Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Wahyono mengatakan, wilayah perkotaan rentan dengan penyakit DB karena pengaruh kepadatan penduduk.
Faktor lain, di perkotaan, mobilitas masyarakatnya tinggi dan banyak genangan air bersih yang bisa menjadi sarang nyamuk.
”Data kasus DB paling tinggi ada di Ungaran Timur yakni 43 kasus DB, Bergas sebanyak 37 kasus, Ambarawa sebanyak 31 kasus, Bawen ada 23 kasus dan Ungaran Barat ada 27 kasus.”
Wahyono mengatakan, paling banyak penderita DB yang meninggal dunia adalah anak-anak. Hal itu karena daya tahan tubuh anak-anak tidak sekuat orang dewasa. (tyo/isk/ce1)