Kepatuhan Wajib Pajak Masih Rendah

368

SEMARANG – Tercapainya Penerimaan Pajak Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I pada tahun 2013 lalu tidak lepas dari peran serta dan kontribusi aktif para Wajib Pajak (WP). Realisasi Penerimaan Pajak yang mencapai Rp 12.420.608.793.372 merupakan nominal angka yang tidak sedikit.
Angka tersebut juga menentukan tercapainya penerimaan pajak secara nasional yang mencapai seribu triliun lebih. Untuk itu Kanwil DJP I Jateng, Kamis (23/1) memberikan apreasiasi kepada WP pajak terbesar, yang terdiri atas 15 perusahaan di wilayah Jateng. Di antaranya PT Sido Muncul, Bank Jateng, Bank BNI dan lainnya.
Peran aktif para pembayar pajak inilah yang akan sangat membantu dalam pencapaian target dari Kanwil DJP Jawa Tengah I yang tentunya juga pencapaian target nasional. Keberadaan mereka sangatlah berperan dalam pencapaian target penerimaan pajak.
”Mereka adalah para pahlawan masa kini yang telah merelakan sebagian penghasilan dari usaha untuk diserahkan kepada negara melalui pajak. Keikhlasan dan ketaatan mereka patut kita apresiasi,” terangnya. Meski begitu, tingkat kepatuhan WP untuk menyampaikan SPT secara nasional, menurut Dirjen Pajak Fuad Rahmani masih rendah, karena hanya 53 persen.
Sementara itu Ka Kanwil DJP I Jateng Edi Slamet Irianto mengatakan tingkat kepatuhan WP dalam menyampaikan SPT pada tahun 2013 di Jateng mencapai 63 persen. Pencapaian mengalami kenaikan dibandingkan kepatuhan WP pada tahun 2012 yang hanya 60 persen dan tahun 2011 sekitar 58. Kepatuhan WP dalam menyampaikan SPT tersebut merupakan salah satu indikator penilaian DJP selain tercapainya Penerimaan Pajak.
Direktur PT Sido Muncul Tbk usai menerima penghargaan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, mengatakan tahun lalu Sido Muncul ditarget sekitar Rp 400 miliar. Target pembayaran pajak ini dari PPN sekitar Rp 240 miliar dan PPH Rp 160 miliar.
Diakui Irwan pelayanan kantor pajak kini sudah lebih baik, sehingga perlu ditingkatkan lagi. Menurutnya apa yang dilakukan petugas pajak tidak seperti dahulu yang terkesan membuat takut masyarakat, sebaliknya kini lebih mengarah membina para wajib pajak untuk lebih patuh dalam memenuhi kewajibannya. ”Sebagai salah satu pembayar pajak terbesar, tentunya Sido Muncul cukup bangga, karena perusahaan yang dikelolanya dapat tumbuh dengan baik, sehingga mampu membayar pajak dengan jumlah yang besar. Karena pembayaran pajak ini juga digunakan untuk pembangunan negara,” tambah Irwan yang berharap apresiasi pajak ini mampu memotivasi para pengusaha lain dalam membayar pajak ke depan. (tya/smu/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.