Demokrat Salatiga Memanas

300

SALATIGA—Kondisi internal Partai Demokrat memanas. Fraksi Demokrat DPRD Kota Salatiga mengusulkan mencopot Ketua Komisi I DPRD, FS Ariadi. Namun, usulan itu belum terealisasi, seiring adanya surat penolakan dari Plt Ketua DPC Partai Demokrat.
Kendati demikian, DPRD akan berpegang pada tata tertib yang ada. Yaitu, bahwa pengisian alat kelengkapan dewan, ditentukan oleh komisi. Artinya, posisi Fraksi Partai Demokrat, lebih unggul dibanding DPC. Meski begitu, keputusan akan ditentukan dalam rapat badan musyawarah, bulan depan.
Usulan pergantian dilakukan oleh Ketua Fraksi Bambang Soedowo. Alasannya, untuk penyegaran dan pemantapan kinerja anggota fraksi. Karena itu, perlu dilakukan pergantian reposisi keanggotaan dalam alat kelengkapan dewan.
“Ariyadi dari komisi I akan dilengser dan dikembalikan ke komisi III. Sementara itu, Bambang Soedowo dari komisi III, akan masuk komisi I dan Heri Harsono dari komisi III ke komisi II,” tulis Bambang Soedowo dalam suratnya.
Tidak berapa lama, surat fraksi masuk kepimpinan dewan. Plt Ketua DPC Kota Salatiga Fadlin Lubis menyatakan keberatan atas usulan itu. “Usulan itu belum mendapatkan persetujuan saya selaku Plt ketua. Kami minta itu ditunda sampai dengan kami menyelesaikan koordinasi organisasi dan administrasi,” tulis Fadlin dalam suratnya.
Menariknya, dalam surat yang dikirimkan oleh DPC tersebut, juga ditandatangani oleh Ariadi. Sementara itu, stempel yang digunakan partai Demokrat tertulis Kodya Salatiga. Padahal, Salatiga sudah lama berubah menjadi kota.
Wakil Ketua DPRD Salatiga Fathur Rahman menuturkan, pihaknya akan memproses surat tersebut. “Saya kira, kami akan melakukan sesuai dengan tata tertib yang ada. Soal permasalahan, sebaiknya diselesaikan internal mereka.” (sas/isk)