Erosi Luk Ulo Ancam 3 Rumah

331

Desa Kalidadap Kecamatan Wadaslintang
WONOSOBO – Hujan deras yang masih mengguyur wilayah Wonosobo, kembali mengancam warga Desa Kalidadap Kecamatan Wadaslintang yang bermukim di tepi Sungai Luk Ulo, di sebelah barat desa itu. Sedikitnya 3 rumah warga terancam tergerus aliran sungai lantaran musim hujan air debit air kerap meluap.
Menurut Suryanto, 37, warga Desa Kalidadap, selama dua pekan terakhir, tiga kepala keluarga yang rumahnya dekat dengan Sungai Luk Ulo, tidak bisa tidur nyaman. Karena saat malam hari hujan, air sungai terus mengikir bibir sungai yang dekat dengan rumah warga. “Termasuk rumah saya, tiap hujan tanggulnya terus terkikis,” katanya.
Dijelaskan, Sungai Luk Ulo berhulu di Desa Gambaran Kecamatan Wadaslintang dan melintas di Desa Kalidadap Kecamatan Wadaslintang kemudian berhilir di Laut Selatan Kebumen. Saat hujan deras, kondisi air bisa meluap mencapai 3 meter dari dasar sungai. “Dua rumah tetangga saya, bagian belakangnya sudah ambrol,” cetusnya.
Suryanto mengatakan, erosi tersebut desanya sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2010. Pada tiga tahun lalu, Pemkab Wonosobo datang meninjau lokasi dan merelokasi 7 kepala keluarga. “Setelah 7 rumah direlokasi, sekarang rumah kami yang terancam,” imbuhnya.
Lanjut dia, pada 2010 itu, bupati sudah menjanjikan bakal memperbaiki saluran Luk Ulo. Yang katanya saluran air akan dialihkan ke sebelah barat. Namun hingga saat ini, dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) belum ada tindak lanjut.
“Kami sudah ke DPU, namun hingga akhir tahun ini nihil. Katanya normalisasi sungai akan dilakukan menggunakan alat berat, namun sampai sekarang tidak dilakukan,” sesalnya.
Sekretaris Desa Kalidadap Suryanto berharap, Pemkab Wonosobo segera menindaklanjuti rencana normalisasi sungai. Karena apabila tidak segera dilakukan, luapan air akan terus terjadi dan semakin mengancam pemukiman warga.
“Kami berharap segera ditindaklanjuti rencana yang dulu pernah diwacanakan,” pungkasnya. (ali/lis)