Pedagang Minta Pembangunan Dipercepat

300

TEMANGGUNG—Setelah pemenang lelang Pasar Legi Parakan ditetapkan, para pedagang di sentra perekonomian terbesar kedua di Kabupaten Temanggung berharap agar proses pembangunan dipercepat. Hal tersebut disebabkan kondisi pasar darurat yang digunakan sebagai tempat penampungan pedagang sementara tidak mencukupi.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah berusaha membangun pasar ini. Kami berharap agar proses pembangunan dapat dipercepat. Semakin cepat dibangun, maka semakin cepat pula kami dapat menempati,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Legi Parakan, Chafid Khamim.
Ia mengatakan, kondisi berdagang di pasar darurat disorot dari sisi omzet penjualan dibandingkan dengan Pasar Legi sebelumnya menurun drastis. Penurunan tersebut berdampak langsung pada pendapatan para pedagang. “Omzet pedagang hampir semuanya turun,” katanya.
Ahmad Mudzofar, 55, pedagang pakaian menuturkan, setahun setelah pindah dari Pasar Legi ke pasar darurat ia mengaku mengalami penurunan omzet penjualan. Meski demikian, karena berdagang merupakan salah satu pilar pemenuhan kebutuhan ekonominya, ia tetap berdagang di pasar yang berlokasi di lapangan Mr Roem ini.
“Banyak pedagang yang sekarang tutup kiosnya. Cuma tutup dan alih profesi menjadi buruh pabrik atau petani untuk sementara. Mereka masih punya kios dan los disini, tetapi terpaksa tidak berdagang karena sepi pembeli,” terangnya.
Ia mengatakan, pedagang Pasar Legi Parakan tercatat telah satu tahun pindah ke pasar darurat per 24 Januari 2014. Selama setahun tersebut, omzet penjualan pedagang rata-rata mengalami penurunan antara 50-70 persen. “Sebab di sini aksesnya sulit dijangkau,” katanya.
Hal senada juga dialami pedagang daging, Hafidzah, 60, ia mengaku mengalami penurunan omzet antara 60-70 persen setiap hari. Saat berjualan di Pasar Legi Parakan, ia mampu menjual sedikitnya 50 kilogram daging, namun sekarang penjualan maksimal harian hanya 20 kilogram. “Untuk itu kami harap dapat segera dibangun dan kami kembali ke pasar yang lama,” tandasnya. (zah/lis)