Penerapan Pasar Percontohan Bertahap

315

TEMANGGUNG–Pascapembangunan Plasa Temanggung, penerapan sistem pasar tradisional percontohan akan dilakukan secara bertahap. Dengan cara ini dinilai akan lebih efektif karena menyangkut pembenahan mental sumber daya manusia pasar terlebih dahulu.
“Secara fasilitas semua sudah dipenuhi sebagai pasar percontohan. Tetapi pada praktiknya rekomendasi kami harus dilakukan secara bertahap. Karena membicarakan masalah pasar, berarti membicarakan orang-orang yang ada di dalamnya. Dan penyadaran status pasar percontohan dengan berbagai perubahan perilaku, khususnya dalam kebersihan dan kesehatan pasar itu tidak mudah,” kata Ketua Komisi C DPRD Temanggung, Slamet.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pembangunan pasar percontohan secara fisik telah memenuhi unsurnya. Fasilitas pendukung telah dilengkapi seperti sistem drainase, ketersediaan air dan listrik, sistem pengelolaan sampah dan limbah. “Problemnya bagaimana membiasakan pedagang dan pengunjung untuk memfungsikan sebagaimana mestinya,” terangnya.
Ia mengatakan, terkait dengan kondisi pasar, pihaknya berharap para pelaku pasar yang akan menempati kios tersebut memperhatikan prinsip dasar sebagai pasar percontohan. Pemkab Temanggung memiliki tanggung jawab besar menerapkan hal tersebut karena pembangunan pasar ini merupakan dana hibah dari Kementerian Perdagangan. “Setelah pemerintah membantu merenovasi pasar. Pemerintah juga harus dibantu menerapkan sistem dengan pedagang mengikuti aturan,” tambahnya.
Pihaknya telah mendengar masukan dari para pedagang terkait keberadaan sentra perekonomian tradisional ini. Salah satu usulan yang diajukan penggunaan los dan kios digratiskan untuk para pedagang. “Nah kalau soal gratis atau tidaknya, itu kebijakan berada di tangan Pemkab. Sebab Pemkab sebagai pelaksana,” katanya.
Namun, lanjutnya, meskipun dana hibah, pembangunan pasar percontohan juga didampingi oleh anggaran dari APBD sesuai dengan ketentuan. Penggunaan dana APBD dituntut untuk mengembalikan apabila digunakan untuk sektor usaha. “Kami akan panggil eksekutif secepatnya untuk membicarakan hal ini,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Perwakilan Pedagang Plasa (Wapesa), Chibrodin, mengatakan, dalam waktu dekat, pasar tradisional yang menjadi ikon pasar percontohan ini mulai dapat ditempati. “Kami akan mendukung program tersebut, tuntutan kami agar digratiskan untuk pedagang karena dana yang digunakan adalah dana hibah,” tandasnya. (zah/lis)