Penyaluran Kredit Usaha Sapi Terus Melonjak

334

SEMARANG – Tingkat serapan kredit usaha ternak sapi di Kabupaten Semarang dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Kenaikan penyerapan kredit setiap tahunnya rata-rata mencapai 15 persen.
Menurut Deputi Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIJ, Marlison Hakim, hingga saat ini, penyaluran Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) untuk klaster sapi di Kabupaten Semarang telah mencapai Rp 42,5 miliar. Program tersebut telah dikembangkan sejak tahun 2011 lalu.
Menurutnya, selama dua tahun pelaksanaan program pengembangan klaster sapi tersebut, ada peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi aspek kelembagaan peternak maupun pembiayaan. ”Untuk jumlah kelompok tani makin banyak, jumlah produksi susu sapi perah dan daging bertambah,” kata dia.
Tak hanya memfasilitasi program KUPS dan KKPE, namun BI juga membuat sanggar sapi. Sanggar sapi ini semacam perpustakaan untuk keluarga peternak sapi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi. Di sana, istri dan anak peternak bisa belajar dari buku-buku tentang sapi.
Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang, Febriana Kusuma Andadari menuturkan, jumlah populasi sapi potong saat ini mencapai 60 ribu ekor dan sapi perah 30 ribu ekor. Diakuinya, kesulitan yang masih sering dihadapi para peternak yaitu mengenai ketersediaan pakan saat kemarau. Hingga saat ini, belum banyak peternak yang bisa memanfaatkan jerami yang difermentasi sebagai pengganti pakan rumput segar. (ars/smu/ce1)