Ritual Antar Dewa ke Kayangan

506

PURWODINATAN — Puluhan umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Tay Kak Sie Semarang kemarin (24/1) menggelar upacara Siang Sin Giu Hok atau ritual mengantarkan dewa ke kayangan. Tradisi ini rutin dilakukan setiap menjelang perayaan Imlek. Mereka membakar kertas berisi doa-doa yang diletakkan di atas tampah. Gerakan ritmis mengayunkan tampah ke atas lalu ke bawah, mengantarkan dewa pergi ke kayangan.
Selain itu, umat juga melakukan sembahyangan yang dipimpin Pandita Tan Hing Tiong dengan pembacaan parita suci. Tak hanya itu, beberapa pejimsin (umat yang sembahyang di kelenteng, Red) juga melakukan sembahyang di beberapa tempat di Kelenteng Tay Kak Sie.
Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie Sindu Darmali mengatakan, sebelum kongco dibersihkan oleh para pejimsin, dilakukan upacara menaikkan dewa ke kayangan. ”Setelah itu, esok harinya umat akan membersihkan dewa dan kelenteng,” katanya.
Lebih lanjut Sindu mengatakan, upacara bersih-bersih kelenteng dilakukan dalam rangka untuk menyambut hari raya Imlek. Kegiatan bersih-bersih dilakukan dengan membersihkan bangunan kelenteng hingga memandikan kongco. Setidaknya ada 30 kongco di kelenteng yang terletak di Gang Lombok Semarang tersebut. ”Selain membersihkan kongco, pejimsin juga membersihkan kelenteng,” jelasnya.
Sindu menjelaskan, dewa naik ke kayangan setiap tanggal 24 bulan ke 12 penanggalan Imlek. Kemudian, dewa akan kembali lagi setelah tahun baru Imlek, yakni tanggal 4 bulan 1 Imlek.
”Pada saat dewa naik ke kayangan itulah, umat Tridharma membersihkan kongco termasuk bangunan kelenteng untuk menyambut kedatangan kembali mereka ke bumi setelah perayaan tahun baru Imlek,” terangnya.
Pelaksanaan bersih-bersih kelenteng sendiri, lanjut dia, dilakukan mulai tanggal 24 bulan 12 Imlek sampai tanggal 4 bulan 1 Imlek mendatang. ”Dalam membersihkan kongco itu, mereka (para pejimsin) akan dipandu oleh Locu dan Hu Locu,” ungkapnya.
Dan, setelah bersih-bersih kelenteng, kata dia, umat TITD akan memasang beragam lampion berwarna merah di langit-langit bangunan kelenteng. ”Bersih-bersih kelenteng yang dilakukan oleh pejimsin itu merupakan tradisi menjelang Imlek,” ujarnya. (hid/aro/ce1)