1.100 Terisolasi, 16 Rumah Ambruk

326

Satu Lagi Meninggal Terkena Longsor
KUDUS–Setelah warga di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, berduka akibat kehilangan 12 warganya yang tertimbun longsor, kini duka mendalam akibat bencana yang sama turut dirasakan warga Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Tanah longsor di sana menyebabkan 1.100 warga terisolasi.
Seperti halnya di Dukuh Kambangan, di Desa Rahtawu terlihat sejumlah titik longsoran. Bahkan, dua jembatan, pal listrik, dan dua titik jalan, mengalami longsor. Hal itulah yang turut menyebabkan Dukuh Semliro terisolasi.
Kondisinya sangat mencekam. Sejumlah longsoran susulan dengan skala kecil masih kerap terjadi. Sejumlah warga terpaksa dipindahkan. Karena jalur Rahtawu-Semliro putus, maka evakuasi dengan jalan memutar. Relawan tampak berhati-hati menyeberangkan warga melewati jalur yang sebelumnya terkena banjir bandang.
Jatmi, salah satu warga yang dievakuasi mengaku takut dengan kondisi Dukuh Semliro saat ini. Bahkan dirinya berkali–kali mengatakan tidak mau kembali ke rumahnya itu. Meski tidak terkena longsor, namun dirinya menceritakan rumahnya saat ini sudah dalam keadaan kritis. ”Emoh Mas, emoh, saya tidak mau kembali ke sana,” ujar Jatmi yang mengatakan sempat tertahan di lokasi sekitar tiga hari.
Warga lain yang turut dievakuasi, Suliyanto, mengatakan rumahnya juga terancam longsor. Dirinya khawatir longsor itu datang sewaktu-waktu. Apalagi rumahnya tepat di bawah tebing. ”Saya sebenarnya takut, tapi mau bagaimana, satu-satunya rumah kami ya di situ. Tidak ada tempat lain,” imbuhnya.
Sugiarto, koordinator bencana longsor yang juga kadus di Desa Rahtawu mengatakan, hingga saat ini jumlah warga Dukuh Semliro diperkirakan mencapai sekitar 1.100 jiwa. Sedang sekitar 1.800 warga Dukuh Wetankali terpaksa diungsikan karena dinilai membahayakan.
Selain ribuan orang yang diungsikan dan terisolasi, lanjut dia, di desa tersebut puluhan rumah mengalami kerusakan akibat tanah longsor. Saat ini, ada sekitar 16 rumah yang ambruk total. Sedang untuk rumah rusak berat ada sekitar 14, terdiri atas 12 rumah di Dukuh Wetankali dan dua lainnya di Dukuh Semliro. ”Kalau yang rusak ringan, ada sekitar 47 rumah. Jumlah itu masih mungkin bertambah melihat kondisinya saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Sagiman warga Dukuh Wetankali yang menjadi korban tanah longsor pada Rabu (22/1) sekitar pukul 16.00 lalu, akhirnya ditemukan. Sagiman ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Jumat (24/1) sekitar pukul 16.00. (ben/aji/ida)