Borobudur Dikhawatirkan Bergeser

260

Pascagempa Akhir Pekan Lalu
MUNGKID— Pascagempa yang mengguncang sebagian besar Pulau Jawa akhir pekan lalu, Balai Konservasi Candi Borobudur langsung melakukan penelitian terhadap candi warisan wangsa Syailendra itu. Pengelola candi khawatir terjadi pergeseran posisi candi.
Pantauan koran ini, sebanyak 5 petugas dari Balai Konservasi terjun ke candi, kemarin. Sejumlah alat seperti GPS, total station dan inklimometer dipasang untuk memastikan kondisi candi. Selama penelitian, pengunjung tetap bisa berwisata.
”Inklinometer itu alat untuk mengukur pergerakan tanah. GPS sendiri digunakan untuk mengetahui posisi yang kemudian disambungkan ke satelit. Agar nantinya bisa diketahui posisi candi secara astrononisnya,” ujar Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo kemarin.
Marsis mengatakan, sebelumnya Balai Konservasi Borobudur sudah mencatat posisi Candi Borobudur melalui GPS. Kemudian akan dibandingkan dengan pengukuran terbaru. ”Nanti (data) setelah kita olah apakah ada pergerseran yang cukup signifikan, atau pergeseran masih dalam toleransi,” imbuhnya.
Menurutnya, sebenarnya pengukuran seperti ini rutin dilaksanakan. Selama ini diketahui belum ada pergerseran. ”Kita lacak lebih lanjut. Nantinya hasil ini untuk penelitian lebih lanjut,” jelas dia.
Dia menambahkan, selain mengukur melalui GPS, dirinya juga melakukan pengukuran secara manual. Apakah ada perubahan titik tinggi Candi Borobudur dan sebagainya. Ada bagian titik tertentu yang meleset atau tidak. Itu nanti dikaji secara komprehensif.
”Secepatnya akan kita analisis. Nanti 3 sampai 4 hari ke depan akan diketahui hasilnya,” ungkap dia.
Selain mengukur posisi Candi Borobudur Balai Konservasi Borobudur juga akan mengukur posisi candi lain yang ada di Kabupaten Magelang. Salah satunya yakni Candi Mendut di Desa Mendut Kecamatan Mungkid.
Sebelumnya, gempa 6,5 skala licter yang berpusat di perairan barat daya Kebumen itu merusak sejumlah rumah di Kabupaten Magelang. Meski tidak terlalu parah, guncangan itu sempat membuat warga panik. (vie/lis)