Pelayanan KB Tak Optimal

252

KALIWIRU – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng memprihatinkan pelayanan KB saat ini yang terkesan kurang optimal. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dianggap tidak getol lagi menyosialisasikan program tersebut sehingga ancaman ledakan penduduk semakin nyata.
”BKKBN sudah tidak getol lagi seperti zaman dulu dalam pelayanan KB sehingga diestimasikan terjadi ledakan jumlah penduduk,” ujar Ketua PKBI Jateng Hartono Hadi Saputro usai penandatanganan nota kesepahaman PKBI Jateng, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) di Gama Candi Resto, kemarin.
Menurutnya, jika dihitung dalam satu tahun, pertambahan penduduk Indonesia rata-rata mencapai 50 juta jiwa. Sehingga dengan jumlah penduduk Jateng yang mencapai 38 juta jiwa, diperkirakan provinsi ini memberikan andil pertambahan penduduk 2-3 juta jiwa per tahun. Hal itu tidak seimbang dengan produksi pangan yang ada. Hartono berharap berbagai permasalahan tersebut menjadi bahan penelitian mahasiswa.
Dia juga menyoroti gaya hidup perempuan saat ini yang karena kesibukan yang tinggi membuat mereka terlambat menikah. Hal tersebut berpengaruh terhadap masa reproduksi. ”Saat ini wanita umumnya menikah pada umur 35 sampai 38 tahun. Nanti setelah menikah dua tahun lagi tidak bisa hamil,” katanya.
Hartono mengkritik banyak perempuan yang terlalu aktif dengan kesibukan sehingga melupakan tugas biologis untuk menghasilkan keturunan. Mereka menjadi terlambat menikah dan terlambat mempunyai anak.
Sementara di sisi lain, masyarakat kalangan bawah bereproduksi terus. Akibatnya generasi muda lebih banyak yang kurang berpendidikan. ”Salah satu dampaknya terjadi ledakan ekspor PRT (pembantu rumah tangga),” ungkapnya.
Sementara Dekan FKM Unimus Mifbakhuddin mengatakan kerja sama dilakukan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Terutama pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa. ”Ke depan mahasiswa kami akan magang di PKBI. Juga ada kuliah tamu dari PKBI dan LP2K,” paparnya. (ric/ton/ce1)