Puluhan Investor Batal Masuk

304

SALATIGA — Penanaman investasi di Kota Salatiga terkendala tingginya harga tanah. Akibatnya, investasi skala besar seperti pabrik dan usaha lainnya, enggan masuk ke kota ini. Pada 2013 lalu, tercatat ada puluhan investor yang menjajaki Salatiga.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Kota Salatiga, Bustanul Arifin, kemarin.
Menurut Bustanul, sebenarnya minat investor untuk menanamkan modal di Salatiga cukup tinggi. Pada 2013 lalu, tercatat ada puluhan investor yang melakukan penjajakan.
”Namun, tidak semua investasi bisa ditanamkan di Salatiga, karena terganjal pengadaan lahan. Harga tanah di Salatiga yang layak untuk didirikan pabrik dan tempat usaha skala besar lainnya, sudah tinggi,” terang Bustanul.
Dijelaskan, saat ini harga tanah di Salatiga paling murah sekitar Rp 500 ribu per meter persegi. Tingginya harga tanah, membuat para investor mengurungkan niatnya untuk membuka usaha di Salatiga.
Dari puluhan investor yang melakukan penjajakan, hanya beberapa yang sudah pasti membatalkan niatnya. Mereka adalah investor yang memiliki usaha skala besar.
Sedangkan usaha di bidang properti, perdagangan, dan pariwisata, bisa tumbuh dan berkembang baik. Selama 2013 lalu, nilai investasi yang tertanam di Kota Salatiga mencapai Rp 167,398 miliar. Investasi sebanyak itu, akumulasi dari 101 jenis usaha yang beroperasional sejak Januari hingga Desember 2013.
Bustanul mengatakan, untuk menunjang peningkatan investasi 2014, Pemkot telah membuat zonasi kawasan usaha. Tujuannya, penataan usaha agar operasionalnya bisa berjalan dengan baik dan tidak mengganggu lingkungan. Rencana detailnya sudah jadi. Kini tinggal menunggu persetujuan.
Kabag Humas Setda Kota Salatiga Adi Setiarso mengatakan, Pemkot telah membuat program ramah investasi. Pemkot juga akan mempermudah dan mempercepat proses perizinan investasi, tanpa melanggar regulasi yang berlaku. (sas/isk/ce1)