4 Rumah Tertimbun Longsor

335

KENDAL — Bencana longsor kemarin terjadi di Dusun Glandang RT 05 RW 02, Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Empat rumah milik warga, rusak berat terkena longsoran tanah perbukitan setinggi 15 meter.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang, perkampungan yang berada di tengah hutan Darupono itu, berada di wilayah perbukitan rawan longsor. Kontur tanah di perbukitan labil. Hal itu diperparah oleh efek gempa Kebumen yang terjadi Minggu (26/1) lalu, yang membuat retakan tanah di atas bukit.
Retakan tanah yang sudah terjadi, diperparah dengan tingginya curah hujan. Akibatnya, tebing setinggi 15 meter itu longsor dan menimpa 4 rumah.
Masing-masing milik Semadi, 30; Sodi, 30; Jahuri, 23; dan Suryadi, 45. Longsor juga mengancam belasan rumah lainnya yang berada di bawah tebing.
Korban longsor, Sodi, 30, warga Dusun Glandang RT 05 RW 02, Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan, mengatakan, pada Minggu (26/1) siang, sudah terjadi retakan tanah di atas tebing. Retakan terjadi karena pengaruh gempa Kebumen. Karena curah hujan yang tinggi, retakan tanah tersebut longsor dan menimpa rumah miliknya.
”Sekitar pukul 12.00, tanah yang berada di atas tebing longsor. Suara gemuruh, membuat kami keluar rumah. Longsor meratakan rumah bagian belakang milik saya,” kata Sodi, kemarin.
Jahuri, 23, korban longsor lainnya terpaksa ngungsi ke rumah orang tuanya. Rumah miliknya rusak parah, sehingga tidak bisa ditinggali.
”Lantai tanah rumah retak dan tiang penyangga rumah miring, hingga nyaris ambruk. Dapur dan kamar mandi sudah rata dengan tanah. Jadi, terpaksa istri dan anak saya ungsikan. Waktu kejadian, saya dan keluarga sedang berjualan di Pasar Gladak,” tuturnya.
Kepala Dusun Glanggang, Desa Kedungsuren Kecamatan Kaliwungu Selatan, Ba’i, mengatakan, longsor juga mengancam belasan rumah warga yang berada di dekat tebing.
Ia membenarkan keterangan warga bahwa longsornya tebing karena adanya retakan tanah, imbas gempa bumi.
Ia memperkirakan, kerugian akibat longsor Rp 100 juta. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga masih gotong royong membersihkan material tanah yang menutupi rumah mereka. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Hingga tadi malam, belum ada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang datang ke lokasi untuk membantu warga. (den/isk/ce1)