Sekap Korban, Rampok Sikat Rp 111 Juta

435

Pelaku Berdialeg Banyumasan
MUNGKID– Aksi perampokan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Magelang, dini hari kemarin. Kawanan perampok berhasil mebawa kabur uang senilai Rp 111 juta setelah menyatroni dan menyekap korban di Dusun Karangsari 2 RT 03/07 Desa Sidoagung Kecamatan Tempuran.
Menurut keterangan yang dihimpun koran ini, aksi perampokan di rumah milik Sudarno, 68, terjadi sekitar pukul 02.30 dini hari. Saat itu, korban dan istrinya masih tidur.
Istri korban, Kotiah dikagetkan dengan suara mencurigakan dari ruang tamu. Saat hendak mencari tahu, dia kemudian disekap oleh perampok yang sudah masuk ke dalam rumah.
“Jendela dicongkel. Masuk dari jendela,” kata Slamet Haryono, 38, warga setempat. Sudarno yang mendengar kabar suara gaduh dari ruang tamu, kemudian ikut penasaran dan mengecek ke ruang tamu. Namun, dia juga disekap oleh kawanan perampok.
Menurutnya, pelaku berjumlah lima orang. Dua bertugas menyekap korban, tiga lainnya menggeledah rumah. “Katanya pakai senjata tajam dan pistol,” ungkap Slamet.
Kedua korban diancam lalu diminta menunjukkan tempat menyimpan uang. Pelaku kemudian berhasil membawa uang milik korban Rp 111 juta. “Rp 76 juta dari kamar Sudarno Rp 45 juta dari kamar istrinya,” katanya.
Usai beraksi, kawanan perampok kemudian menyekap kedua korban di salah satu kamar. Diikat, lalu dikunci dari dalam rumah.
Aksi itu diketahui, setelah para tetangga mendengar teriakan korrban. Namun, semua sudah terlambat karena pelaku sudah kabur.
Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kasatreskrim AKP Saprodin membenarkan aksi itu. Aksi pencurian dengan kekerasan itu, kata dia dilakukan oleh kalangan profesional.
Dari hasil pemeriksaan penyidik, salah satu pelaku diketahui menggunakan bahasa banyumasan. “Kita akan terus melakukan penyelidikan,” kata Saprodin. Saprodin mengatakan untuk mengungkap kasus ini, sudah melakukan olah TKP. Sejumlah barang bukti juga diamankan. “Ada tiga saksi dan korban yang sudah kita periksa,” katanya.
Dia mengimbau kepada warga untuk tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah besar. Pasalnya, hal itu dikhawatirkan akan memancing aksi kejahatan. (vie/lis)