Sungai Meluap, 2 Rumah Roboh

404

KAJEN — Dua rumah di Desa Kalijambe, Sragi, Kabupaten Pekalongan, kemarin ambruk dan hanyut terbawa arus sungai, akibat meluapnya sungai Sragi. Bagian rumah yang ambruk dan tergerus sungai, ada di banguan dapur dan kamar mandi.
Jebolnya tanggul sungai setinggi 4 meter dan panjang 10 meter di Desa Tengengwetan, mengkibatkan air meluap hingga ke Desa Kalijambe, Desa Babatan, Kecamatan Sragi. Juga Desa Tengeng Wetan, Desa Bondansari, Kecamatan Siwalan.
Rumah yang ambruk dan tergerus arus sungai Sragi milik Darmojo, 52, warga RT 01 RW 07; dan Casbari, 58, warga RT 01 RW 12. Dua rumah itu berdiri di tepi sungai. Rumah itu kini tidak lagi memiliki kamar mandi dan dapur.
Darmojo menuturkan, Rabu (29/1) menjelang Subuh— ketika dirinya tidur bersama dua anaknya di kamar belakang— tiba-tiba terdengar suara tembok roboh dan genteng berjatuhan.
Seketika itulah, ia keluar rumah. ”Saya shock melihat semua barang yang ada di dapur hilang, termasuk peralatan masak,” tutur Darmojo.
Hal serupa dituturkan Casbari, yang tidak sempat menyelamatkan bibit jagung dan padinya di ruangan dapur. ”Kejadiannya Rabu pagi, ketika saya pergi ke pasar.”
Kepala Desa Kajimabe Nur Subagyo menjelaskan, ada 20-an rumah yang terancam ambruk, tergerus aliran sungai Sragi. Rumah-rumah itu berada di wilayah RW 07 dan RW 12.
Nur mengklaim, pihak desa sudah memberikan peringatan agar warga waspada dan berhati-hati, jika terjadi banjir badang.
Terpisah, Kepala Dinas Pengairan Sumber Daya Air (PSDA), Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukanto, mengatakan, banjir di sepanjang wilayah bagian utara karena meluapnya sungai Sengkarang dan Sragi. Menurut dia, arus sungai Sragi sangat deras, karena curah hujan di daerah atas sangat tinggi. ”Mestinya, warga tidak membangun rumah yang berdekatan dengan sungai. Jarak minimal itu 30 meter dari tepi sungai.” (thd/isk/ce1)