Terkendala Pengadaan Buku

299

Pelaksanaan Kurikulum 2013
UNGARAN—Hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013 di sejumlah sekolah sasaran masih menemui sejumlah kendala. Antara lain, masalah buku dan kesiapan guru. Selain itu, masih perlu mencermati pengaturan pengambilan program lintas minat dan pendalaman minat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih melalui Kepala Bidang SMA/SMK Taufiqurahman mengatakan, kurikulum 2013 sudah diujicoba.
Sejumlah sekolah sasaran untuk kurikulum 2013, antara lain, SMA 1 Ungaran, Ambarawa, Islam Sudirman Ambarawa, dan SMA Tengaran. Juga diterapkan di SMK Widya Praja, SMK NU Ungaran, SMK Bawen dan Tengaran, serta SMK Telkom.
“Sekolah tersebut dipilih sebagai sekolah sasaran kurikulum 2013, namun hanya kelas 10. Untuk tahun 2014 ini, semua SMA/SMK wajib melaksanakan kurikulum 2013 tersebut pada kelas 10.”
Hasil evaluasi, ada beberapa persoalan. Antara lain, pada pengadaan buku pelajaran. Saat ini pengadaan buku dilakukan oleh pemerintah pusat. Itu pun tidak semua mata pelajaran.
Kendala lain, terkait faktor guru yang belum seluruhnya siap. Faktor ketiga yang masih perlu dicermati, adanya program lintas minat dan pendalaman minat. Sebab, jika program tersebut tidak diatur secara baik, maka ruang kelas tidak cukup.
Meski begitu, Taufiq berharap pelaksanaan kurikulum pada 2014 tidak ada kendala berarti. Sebab, pemerintah pusat memberikan kebijakan buku semester I, menggunakan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Sedangkan untuk buku semester II menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK). (tyo/isk)