Gunakan Balai Desa untuk Persiapan Unas

342

GUBERNURAN – Kondisi sejumlah sekolah di Jateng yang terendam banjir dikhawatirkan akan mengganggu persiapan para siswa menghadapi ujian nasional (unas). Pemprov Jateng memprioritaskan penanganan siswa di sejumlah wilayah yang terkena banjir agar dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti unas.
Plt Sekda Jateng Sri Puryono mengatakan pihaknya memprioritaskan penanganan pelajar SD dan SMP di lokasi banjir yang akan mengikuti unas dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada untuk kegiatan belajar mengajar. ”Jangan sampai bencana banjir ini menghentikan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya usai memimpin rakor tanggap bencana di Gubernuran, kemarin (30/1). Menurut dia, sarana dan prasarana milik pemerintah daerah setempat yang bisa digunakan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar antara lain, balai desa dan balai pertemuan.
Terkait dengan jumlah kerugian yang diakibatkan bencana banjir di Jateng, Sri mengaku pihaknya masih melakukan penghitungan. ”Data yang ada sekarang ini sifatnya dinamis dan sekarang baru proses penghitungan,” katanya.
Luas lahan pertanian yang tergenang banjir di 10 kabupaten/kota diperkirakan mencapai 43 ribu hektare dan 13 ribu hektare di antaranya dinyatakan puso. Menurut dia, Kementerian Pertanian siap membantu menyediakan bibit pertanian untuk sawah-sawah yang terkena banjir. ”Berdasarkan laporan dari Dinas Bina Marga Jateng, biaya untuk perbaikan jalan provinsi yang rusak akibat banjir mencapai Rp 113 miliar. Anggaran perbaikan jalan rusak yang ada saat ini hanya Rp 75 miliar sehingga masih ada kekurangan biaya, nanti kekurangannya akan kami mintakan tambahan apakah pada APBD perubahan atau ke pusat,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Kartono yang dihubungi terpisah mengatakan sebanyak 597 sekolah di provinsi ini terendam banjir sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar. ”Ratusan sekolah yang terendam banjir itu terdiri atas 94 TK, 403 SD, 62 SMP, 23 SMK, dan 15 SMA,” ujarnya. (ric/ton/ce1)