Pedagang Tolak Wacana Relokasi

353

WONOSOBO – Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) menolak wacana relokasi pasar ke lokasi lain. Meskipun belum ada keputusan dari Pemkab Wonosobo, wacana tersebut direspons oleh para pedagang yang mengatakan bukan solusi tepat dalam menata Pasar Induk.
Protes para pedagang ini, disampaikan kemarin (3/2) di depan kantor PPIW Wonosobo. Aksi para pedagang ini, merupakan respons dari sebuah wacana dalam diskusi forum warga di pendopo Kabupaten Wonosobo beberapa hari lalu.
Dalam forum diskusi tersebut, sebenarnya tidak hanya membincangkan masalah pasar, tetapi mengenai gambaran tata kota yang ideal. Salah satunya mengenai Pasar Induk. Dan ada salah satu peserta yang menyampaikan kemungkinan Pasar Induk dipindah.
Menurut Ketua PPIW, Munfari dari hasil diskusi forum warga tersebut, muncul salah satu gagasan dari budayawan Agus Wuryanto yang menyebutkan Pasar Induk harus ditata. Namun dari idenya itu, dikutip oleh salah satu media massa yang kemudian membuat resah para pedagang pasar.
“Untuk itu, hari ini (kemarin) kami akan klarifikasi dengan yang melemparkan wacana itu,”katanya.
Klarifikasi ini, kata Munfari sebagai langkah yang tepat agar wacana tersebut tidak membuat pedagang kian resah. Sehingga tidak terjadi isu yang belum jelas menjadi keputusan.
“Sejak ada pemberitaan itu, semua pedagang resah. Maka perlu diselesaikan dengan kepala dingin dan pandangan yang jernih,” ujarnya.
Dalam forum klarifikasi tersebut, Agus Wuryanto menyampaikan maaf apabila pernyataannya menyinggung para pedagang pasar. Namun, dalam forum diskusi itu, tidak membahas mengenai pasar, tetapi membahas masalah kota secara umum.
“Saya sangat minta maaf kalau pernyataan saya melukai para pedagang,” tuturnya.
Agus mengatakan, dalam forum warga tersebut pihaknya menyampaikan gambaran kota yang ideal, mengenai penataan gedung pemerintahan, pelayanan masyarakat serta penataan taman, area parkir serta jalan raya. Karena jumlah kendaraan bermotor dan mobil terus bertambah, namun sampai hari ini Pemkab belum membangun lokasi parkir.
 “Saya justru meminta pemerintah untuk memikirkan pedagang Pasar Induk yang lebih baik, lebih bersih, jalan bagus sehingga pendapatan pedagang meningkat, selain itu membangun lokasi parkir. Sekali lagi tidak ada niatan untuk melukai pedagang, saya minta maaf,” tuturnya.
Munfari mengatakan, kalau pun pemkab mau menata pasar, sedikitnya  4282 pedagang Pasar Induk menolak apabila direlokasi. Karena hal itu bukan solusi yang tepat. Sebaliknya pedagang meminta bupati tegas dalam menjalankan aturan, terkait dengan keberadaan Rita Pasaraya yang pada Maret mendatang habis kontraknya. “Rita sudah hampir habis,” cetusnya.
Munfari juga menegaskan, Pemkab yang mengambil kebijakan keliru, terhadap PKL di alun-alun.  Karena memindah PKL ke jalan raya yang justru mengganggu lalu lintas.
“Sudah macet oleh parkir malah ditambah PKL di jalan raya, mengganggu lalu lintas,” kritiknya.
Ketua Pasar Modern Suhardi meminta bupati tegas dalam menjalankan aturan mengenai perbup pasar modern dan tradisional. Selain itu, mengesahkan raperda mengenai peraturan pasar modern yang sudah diketok melalui rapat paripurna di DPRD Wonosobo. “Dalam raperda itu jelas bahwa jarak toko modern dan pasar tradisional dua kilometer. Maka Rita dibongkar dibangun taman parkir,” usulnya. (ali/lis)