Beras Ketan Impor Beredar di Pasaran

568

MUNGKID—Sejumlah pe­da­gang di pasar tradisional Kabupaten Magelang menjual beras ketan impor asal Vietnam. Beras ini dinilai lebih murah dan disukai konsumen.
Pantauan koran ini, beras ketan impor ini juga lebih memikat konsumen karena ditawarkan dengan harga Rp 13.500 per kilogram (kg), lebih murah dibandingkan harga beras ketan lokal, Rp 16.500 per kg.
”Dengan kualitas yang bagus dan harga yang relatif lebih mu­rah, beras ketan impor ini akhir­nya lebih banyak diminati dan lebih laku terjual dibandingkan beras ketan lokal,” ujar Halim, pedagang bahan pokok di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, kemarin.
Beras ketan impor tersebut memiliki karakteristik pulen, berwarna putih dan lebih bersih dibandingkan beras ketan lokal yang biasanya cenderung berwarna agak kuning.
Dia mengaku biasa diperolehnya dari seorang pengepul di Kecamatan Sawangan. Menyesuaikan dengan permintaan konsumen, Halim biasa memesan hingga lima ton beras ketan impor per hari. ”Kebanyakan pelanggan yang memesan beras ketan dalam jumlah besar adalah pelaku usaha makanan basah seperti tape ketan,” ujarnya.
Namun, seiring dengan mencuatnya kasus impor beras Vietnam ilegal, maka dalam dua minggu terakhir, beras ketan impor asal Vietnam tersebut kini sulit diperoleh. Halim mengatakan, beras ketan tersebut bukan bahan impor pertama yang pernah diketahui dan dijualnya. Sekitar enam bulan lalu, juga sempat beredar gula pasir impor asal India, yang ditawarkan oleh tenaga pemasaran sebuah perusahaan secara berkeliling di pasar.
Waktu itu, keberadaan gula pasir asal India ini juga sempat mengguncang pemasaran gula pasir produksi lokal. ”Gula pasir asal India tersebut ditawarkan dengan harga lebih murah, hanya Rp 7.000 per kg, sedangkan harga gula pasir dalam negeri Rp 8.000-Rp 8.500 per kg,” ujarnya.
Daroni, salah seorang pedagang beras dan pengelola penggilingan padi di Kecamatan Mungkid, mengatakan, sekitar sebulan lalu, dirinya juga mengetahui beras impor asal Vietnam mulai diperdagangkan di Kabupaten Magelang. (vie/lis)