Sedimentasi Lumpur Capai 80 Cm

314

KEBON AGUNG — Sebagian besar saluran drainase di Kota Semarang mengalami pendangkalan dan penyumbatan sampah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor sejumlah titik tergenang air dan susah surut.
Untuk memperlancar fungsi saluran dan mengantisipasi peningkatan debit air, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Energi Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang, Kamis (6/2), mulai mengerahkan tim untuk mengeruk dan membersihkan sampah salauran di sejumlah titik. Seperti di kawasan Bubakan, Kali Plumbon, Sawah Besar, jembatan Daendels, saluran Pungkuran, Gebangsari, Jalan Majapahit, (dari Banjir Kanal Timur sampai Makro), saluran di Jalan Kakap, sekitar Mangkang, dan drainase di kawasan Semarang Utara. ”Di titik-titik itu sedimentasi dan sampahnya cukup tinggi. Kondisi itu membuat genangan lama surutnya,” kata Kepala Dinas PSDA ESDM Kota Semarang, Nugroho Joko Purwanto, kemarin (6/2).
Dinas PSDA ESDM menerjunkan tiga tim, setiap timnya terdiri atas 15-20 orang. Alat berat juga dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi. Kegiatan tersebut merupakan tindakan darurat. Tujuannya mempercepat surutnya titik genangan dengan optimalisasi pompa, pembersihan saluran air dengan menurunkan alat berat.
Ada beberapa titik genangan yang jadi prioritas penanganan, di antaranya di wilayah Kecamatan Semarang Utara, Bubakan-kawasan Pasar Johar, Genuk dan Kota Lama. ”Setelah dilihat kondisi salurannya ternyata sedimen tinggi. Akan segera kami bersihkan agar kembali lancar. Tim yang kami turunkan disiapkan dengan alat berat. Ada tiga tim yang masing-masing terdiri dari 15 sampai 20 petugas dibantu petugas dari UPTD,” jelasnya.
Sementara untuk masalah genangan di kawasan Genuk, Nugroho mengakui bahwa di wilayah itu merupakan wilayah cekungan. Sehingga penanganan yang bisa dilaksanakan adalah dengan mengoptimalkan pompa. Pihaknya belum berencana menambah jumlah pompa di kawasan itu. ”Yang kami lakukan mungkin akan menaikkan kapasitas pompanya. Sementara untuk pengerukan sedimen skala besar, kami masih menunggu debit hujan menurun,” tegasnya.
Salah satu titik yang terendam banjir dan penyurutannya lamban adalah di daerah Bubakan dan Kota Lama. ”Di saluran Bubakan misalnya, kami lakukan pengerukan karena sedimentasi sudah sangat parah. Dari kedalaman saluran 1,5 meter, sedimennya mencapai 80 sentimeter. Sampah dan sedimentasi memang jadi kendala dalam penanganan banjir,” kata Ari Setiobudi, koordinator lapangan pembersihan drainase Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang.
Ada 25 meter saluran Bubakan menuju pompa Kali Baru yang akan dibersihkan dengan pengerukan. Selain Bubakan, ada beberapa titik banjir yang akan jadi prioritas pengerukan, dan ditargetkan bisa selesai dalam pekan ini. ”Pengerukan diprioritaskan yang titik banjir. Ada 80 petugas Dinas PSDA-ESDM Kota gabungan dengan UPTD yang turun langsung untuk melakukan pekerjaan pengerukan sedimen dan sampah,” terangnya. (zal/ton/ce1)