Keluarga Honorer Dijamin BPJS

356

SALATIGA— Seluruh tenaga kontrak di Pemkot mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Mereka dimasukkan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial -Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS-JKN). Tercatat ada 114 tenaga kontrak.
Kabag Humas Pemkot Salatiga, Adi Setiarso mengatakan, terkait dengan jaminan kesehatan, gaji mereka dipotong lima persen. “Namun, yang tiga persen dibayar oleh lembaganya. Sehingga tidak memberatkan mereka, karena hanya dua persen yang dibayar oleh tenaga kontrak.”
Adi mencontohkan, seorang tenaga kontrak yang memiliki seorang isteri dan
dua anak, maka biaya kesehatan yang dijamin sebanyak empat orang. Dengan besaran iuran, Rp 25.500 per jiwa / per bulan, dikalikan 4 orang.
Sebelum ada BPJS, yang dijamin pelayanan kesehatannya hanya pekerja, tanpa diikuti anggota keluarga. Lukman Fahmi, 36, tenaga kontrak di Humas Pemkot mengakui, selama ini hanya dia yang mendapat jaminan kesehatan. Anak dan istrinya tidak.
“Saya sudah mengurus ke BPJS dan semoga bisa dijamin kesehatan isteri dan anak kami. Sehingga bisa meringankan meski dipotong dari upah. Kalau sebelum ada BPJS hanya saya sendiri,” tutur Fahmi. (sas/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.