Kereta Telat, Penumpang Malah Melonjak

336

BANDARHARJO — Cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Tengah akhir-akhir ini memang mengacaukan jadawal keberangkatan dan kedatangan kereta api (KA). Banyak KA yang mengalami keterlambatan karena harus mengurangi kecepatan di jalur rel yang tergenang banjir. Meski demikian, jumlah penumpang KA malah mengalami kenaikan.
Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang Eko Budiyanto mencontohkan, KA eksekutif yang rata-rata okupansi penumpangnya 70 persen malah bertambah menjadi 80 sampai 90 persen. ”Jadi kenaikannya mencapai 20 persen,” katanya di sela kegiatan switch over rel ganda yang menghubungkan Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang Jumat (7/2).
Keterlambatan KA selama banjir melanda Pantura juga tidak menyebabkan banyak penumpang membatalkan tiket. Masyarakat tetap memilih menggunakan kereta daripada harus melewati jalan raya yang banjir atau rusak. Meski terlambat, KA tetap beroperasi dan mampu menembus banjir.
Menurut Eko, PT KAI tetap mengalami kerugian yakni kerugian waktu karena sejumlah kereta mengalami keterlambatan, selain itu jarak tempuh semakin panjang. ”Saat kereta melewati genangan air, melaju dengan 5 km per jam dan harus memutar lewat jalur selatan,” katanya.
Sebenarnya pemerintah telah mengantisipasi rel kebanjiran dengan meninggikan jalur rel ganda Pekalongan–Semarang. Jalur baru lebih tinggi antara 1-2 meter dibandingkan jalur lama. Peninggian itu dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir 50 tahun ke depan.
Kuasa Anggaran Satuan Kerja Pengembangan Prasarana Kereta Api Jawa Tengah, Sutrisno mengatakan selain antisipasi banjir dengan ketinggian rel ganda, pihaknya juga meninggikan rel lama secara bertahap. Sejak beberapa hari lalu, rel di Stasiun Tawang mulai ditinggikan. ”Meski demikian saat hujan deras jalur 3 dan 4 masih tetap tergenang air dikarenakan peninggian rel masih terbatas atap stasiun,” katanya.
Dijelaskannya, ada 3 titik jalur rel yang terendam banjir saat hujan deras 3 hari lalu, tepatnya di Kalibodri, Jrakah-Mangkang, dan Tawang. ”Bahkan saat air menggenangi rel di Tawang, jalur rel ganda yang ketika itu belum resmi di-switch over digunakan dalam keadaan darurat,” akunya.
Proses switch over di jalur sepanjang 1,7 kilometer itu dilakukan ratusan pekerja yang menggunakan berbagai peralatan, dibagi dalam tiga titik pengerjaan antara Stasiun Poncol-Tawang Semarang. ”Setelah ini (switch over), kereta api (KA) nantinya bisa melewati jalur baru, yakni jalur ganda sehingga perjalanan KA bisa lebih lancar. Kami lakukan switch over secara bertahap,” katanya. Setelah ini, rel ganda yang menunggu diaktifkan antara Weleri-Ujungnegoro dan yang paling terakhir adalah Stasiun Jrakah-Poncol. (hid/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.