KPM di 4 Kecamatan

375

WONOSOBO—Sedikitnya 795 mahasiswa Universitas Sains Al quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, selama 30 hari akan melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kabupaten Temanggung. Dalam kegiatan ini, mengusung tema pendampingan pos daya keluarga berbasis masjid.
“Hari ini (kemarin), semua calon mahasiswa peserta KPM dibekali untuk tahapan program yang harus dilakukan selama KPM di Temanggung,” kata Ketua BP-KPM Nurul Mubin, M.Si yang juga ketua LP3M Unsiq, kemarin (7/2) di sela pembekalan KPM.
Menurut Mubin, KPM tahun 2014 ini akan dilaksanakan di Kabupaten Temanggung terbagi di 4 kecamatan meliputi Kecamatan Kledung, Bansari, Kecamatan Ngadirejo dan Can­diroto dengan jumlah 54 desa yang akan dibimbing oleh 25 dosen pembimbing lapangan.
“KPM berlangsung selama 30 hari tidak seperti biasanya selama 45 hari. Penerjunan mahasiswa ke lokasi KPM akan dilaksanakan hari Selasa 11 Februari 2014,” jelasnya.
Lebih lanjut Mubin mengatakan, dalam program KPM ini, para peserta akan melakukan sejumlah kegiatan pendampingan masyarakat. Tema besar program, meningkatkan pos daya keluarga berbasis masjid.
Mubin mengatakan, bahwa dipilihnya istilah masjid, karena pada awalnya masjid tidak sekadar tempat salat. Namun juga memiliki fungsi sebagai pendidikan, termasuk pendidikan keluarga dan pendidikan ekonomi.
Rektor Universitas Sains Al Qur’an Drs. KH. Muchotob Hamzah, MM menyatakan tema tersebut sangat bagus dan memiliki arti sangat penting, karena masjid sebagai merupakan jantung negara sebagaimana hadist nabi Muhammad SAW. “Masjid dibangun menjadi pusat pemberdayaan sosial dan spiritual. sebagaimana kesejarahannya pertama kali Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yang diba­ngun adalah Masjid,” paparnya.
Muchotob berharap, de­ngan KPM pos pemberdaya­an keluarga berbasis masjid seiring dengan RPJM Pemkab Temanggung. (ali/lis)