Retribusi Parkir Diduga Bocor

340

JEPARA—Diduga karena ulah juru parkir (jukir) nakal, retribusi parkir tepi jalan di Kota Jepara bocor. Baik itu di kawasan Pecinan, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso maupun di kawasan Polres Jepara. Para jukir kerap menerapkan tarif parkir yang melebihi ketentuan.
”Jukir memasang tarif Rp 2 ribu dengan karcis. Tapi jika tidak dengan karcis cukup membayar seribu. Akhirnya, saya memilih membayar seribu tanpa karcis parkir,” ungkap pengendara mobil, Efendi kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Modus yang dipakai jukir untuk melancarkan aksi nakalnya ini pun dirasakan pengemudi kendaraan roda empat lainnya, Afida, 29. ”Biasanya tidak pakai karcis,” jawab jukir di kawasan Alun-Alun Kabupaten Jepara saat Afida menanyakan karcis parkir.
Menurut Afida, mestinya pungutan parkir dengan karcis. Sebab, karcis dijadikan bukti setoran retribusi parkir ke kas daerah. Namun, jukir yang ditemui Afida justru tidak memberikan karcis dan menerapkan retribusi parkir dengan harga di luar ketentuan. ”Padahal petugas parkir resmi dan memakai seragam bertuliskan Dishub,” imbuhnya.
Dikonfirmasi soal kebocoran anggaran dari setoran parkir, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Jepara Basuki Wijayanto mengatakan potensi tersebut dapat terjadi. Apalagi penanganan parkir dipegang pihak swasta, karena keterbatasan personel.
”Setoran retribusi parkir ditentukan melalui kesepakatan kedua belah pihak,” katanya.
Pihaknya mengaku parkir diupayakan digarap melalui sistem lelang. Namun, tidak ada pihak yang berani menggarap. ”Kini, yang terpenting tetap ada pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Pada 2013 pendapatan sektor ini senilai Rp 600 juta,” imbuh Basuki. (him/zen/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.