Ribuan Rumdin TNI Tidak Layak Huni

368

SRONDOL KIDUL—Sekitar 1.600 rumah dinas di lingkungan Kodam IV/Diponegoro, kondisinya tidak layak huni. Butuh keseriusan pemerintah untuk memperbaiki agar para prajurit bisa tenang dalam menjalankan tugas.
Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal (TNI) Sunindyo mengatakan, seorang prajurit yang sedang menjalankan tugas negara butuh ketenangan. Jika kesejahteraannya terpenuhi, maka prajurit bisa berlatih dan bertugas tanpa dihantui perasaan waswas terhadap keluarga di rumah dinas.
“Artinya kalau rumah bagus dan layak maka latihan menjadi tenang tidak memikirkan anak istri saat bertugas. Tetapi sekarang ini masih kepikiran kalau tugas ke luar Jawa,” kata Sunindyo saat meresmikan pembangunan rumah tidak layak huni di markas Batalyon Infantri 400/Raider Srondol, Sabtu (8/2).
Saat ini telah ada 162 rumah dinas Kodam IV/Dipenogoro tak layak huni yang telah berhasil direnovasi dengan total biaya Rp 5,5 miliar. Rehabilitasi rumah dinas di kompleks Yonif 400/Raider ini berasal dari bantuan pihak swasta. “Memang bantuan ini belum sepenuhnya. Nantinya untuk wilayah Kodam IV akan dilakukan rehabilitasi karena rumah mereka tidak layak huni,” katanya.
Selama ini, penghuni rumah dinas secara swadaya memperbaiki rumah yang dihuninya. Tentu perbaikan disesuaikan dengan kemampuan mereka. Dengan bantuan pihak swasta melalui program corporate social responsibility (CSR), diharapkan renovasi bisa semakin cepat dan rumah dinas menjadi benar-benar layak huni.
Sunindyo menjelaskan, banyak rumah dinas yang memang sudah berusia tua. Bahkan ada yang dibangun pada 1959 dan belum pernah direnovasi besar-besaran. Karena dimakan usia, bangunan ini rawan roboh dan bisa membahayakan. Pemerintah memang menganggarkan biaya renovasi untuk rumah dinas, tapi belum mampu mencukupi keseluruhannya. “Karena bantuan dari pemerintah itu terbatas, maka perlu adanya dana CSR dari perusahaan,” katanya.
“Untuk perbaikan rumah layak huni ini memang sudah ada dana dari pemerintah,” akunya.
Salah seorang penghuni asrama Yonif 400/Raider yang rumahnya telah direnovasi, Kopral Dua Joko Santoso, 32, merasa tenang dengan kondisi saat ini. Ia tak khawatir lagi rumah berukuran 8 x 3 meter yang dihuni bersama istri dan seorang putrinya tersebut bocor saat hujan. Lantai juga lebih nyaman karena sudah dipasangi keramik.
“Bagian belakang dulu tidak ada atapnya, tetapi sekarang di belakang sudah ada sekat pemisah kamar,” ungkapnya.
Joko mengaku sudah 11 tahun tinggal di kesatuan elit tersebut. Ia benar-benar merasakan bagaimana saat tinggal di barak pasukan yang sebenarnya tidak layak huni. Ketika berkeluarga, ia akhirnya mendapatkan rumah dinas di asrama. Rumah dinas inilah yang direnovasi dan saat ini dihuni bersama keluarganya. (hid/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.