Banyak Warga Belum Miliki Jamban

271

KLB Hepatitis A di Mangunsari

MUNGKID—Merebaknya kasus penyakit hepatitis A di Desa Mangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang ditengarai akibat banyaknya warga yang kurang memahami arti kebersihan dan faktor ekonomi. Sebagai contoh banyak warga yang tak memiliki jamban mandiri. ”Banyak warga yang tidak mampu bangun jamban sendiri,” kata Kepala Desa Mangunsoko, Marseno, kemarin.
Sebagaimana diketahui, sepuluh warga di Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, diindikasikan menderita penyakit hepatitis A, Sabtu (8/2). Dari sepuluh orang yang berada di Puskesmas Sawangan II, 8 orang diantaranya mendapat rawat jalan, dua diantaranya menjalani rujukan untuk berobat ke rumah sakit terdekat.
Dia memaparkan, di Desa Ma­ngunsari tercatat 87 persen dari 3800-an penduduk yang sudah me­miliki jamban pribadi.
“Kebanyakan di wilayah tersebut tidak memiliki jamban karena lahan sempit, sehingga banyak yang belum memliki jamban dan septictank sendiri. Beberapa diantara mereka juga masih membuang hajat dan mandi di sungai yang berair keruh,” jelasnya.
Pihaknya juga berencana untuk membangun 40 jamban dan septictank komunal bagi 40 kepala keluarga yang tersebar di empat dusun pada tahun ini. Dia mengatakan, pembangunan jamban dan septictank tersebut dikarenakan banyak penduduk yang kesulitan membangunnya. Sebanyak 40 jamban tersebut akan dibangun di Dusun Gadingsari, Bengan Lor, Wonologo, dan Japunan.
Untuk proses anggaran, pihaknya sudah mengajukan usulan secara bertahap, melalui APBD Provinsi Jateng. ”Program jamban ini sudah merupakan PR Pemdes sejak dulu. Namun akan kami realisasikan, agar tidak ada penyakit hepatitis dan penyakit menular lainnya,” kata dia.
Sejauh ini, kata dia, pemdes belum mendapat laporan terkait penyakit hepatitis A yang menyerang sepuluh warga setempat. Padahal, Dinas Kesehatan setempat telah menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). ”Kami sampai saat ini belum mendapat laporan terkait hal itu. Mungkin, langsung dirujuk oleh Dinkes,” kata Marseno.
Marseno menambahkan, jika ada laporan yang masuk kepada pihaknya, dia siap untuk melakukan penanganan dan penyuluhan dengan menggandeng puskesmas setempat. Penyuluhan dan pencegahan itu, kata Marseno sangat penting karena hepatitis A bukan penyakit yang mudah ditangani.
“Penyakit ini, butuh waktu dan penanganan khusus. Kami berharap warga lainnya jangan sampai terkena dan tertular. Kalau memang ada kasus (hepatitis) ini, berarti baru pertama kalinya terjadi di desa kami,” papar Marseno.
Dalam beberapa penelitian diketahui penyebab penyakit ini adalah faktor kebersihan lingkungan yang kurang baik, kebiasaan cuci tangan yang kurang di masyarakat, dan buang air besar sembarangan. Penularan penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut juga menjadi lebih mudah.
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular (P2M), Dinkes Kabupaten Magelang, Darsiwan mengatakan, gejala penderita hepatitis A diantaranya adalah demam, lemah, letih, dan lesu. Bahkan, pada kasus ini,penderita mengalami muntah-muntah yang terus-menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. (vie/lis)