Pelaku Gunakan Senpi Rakitan

337

WONOSOBO – Senjata api (senpi) yang digunakan dalam aksi perampokan di Desa Sarwodadi, Desa Gading Rejo Kecamatan Kepil, diduga merupakan senjata rakitan. Hal ini berdasarkan dari hasil analisis Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. “Kami sudah mendapatkan informasi, senjata api yang digunakan diperkirakan merupakan senjata rakitan,” kata Kapolres Wonosobo, AKBP Agus Pujianto kemarin (11/2).
Agus mengatakan, kesimpulan ini, mendasarkan dari pemeriksaan peluru atau proyektil berikut dua selongsong yang ditemukan di seputar lokasi perampokan. Bukti-bukti tersebut sudah dilakukan pemeriksaan di Labfor Polda Jateng. Hasilnya diperkirakan senjata api yang digunakan merupakan rakitan. Proyektil berkaliber 9 milimeter.
“Dari olah TKP serta sejumlah bukti itu, tampak tembakan tidak beraturan. Termasuk bentuk dari selongsongnya, ada kemungkinan merupakan rakitan,” katanya.
Dijelaskan, untuk mengungkap kasus perampokan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Beberapa pelaku diklaim sudah dikantongi namanya dan masih dalam proses pengejaran. “Proses pengejaran masih terus kami lakukan, semoga sebentar lagi terungkap,” harapnya.
Seperti diberitakan sebelum­nya, pada 4 Februari lalu, komplotan rampok sadis bersenpi ber­aksi di Wonosobo, menya­sar empat rumah di Dusun Sarwodadi Kidul, RT 2 RW 14 Desa Gadingrejo, Kecamatan Kepil. Dalam aksinya perampok menyiksa sedikitnya 9 orang, salah satunya bayi dan ibu rumah tangga ditembak pada kaki kiri. Selain itu, menggasak sedikitnya Rp 53 juta.
Aksi perampokan terjadi pukul 02.00 dini hari. Jumlah perampok sebanyak 6 orang, datang dengan cara berboncengan menggunakan tiga jenis sepeda motor jenis matic. Rumah para korban berada dalam satu komplek yang berdekatan, bahkan saling punya hubungan saudara kandung.
Rumah yang dirampok milik Muhammad Sidiq, 60, Mu­ham­mad Hisom, 35, Pujiono, 40, kemudian Edy Rohani, 32. Salah seorang korban Mufadilah ditembak pada bagian kaki. (ali/lis)