Belasan Warga Tertipu Bisnis Investasi Rp 28 M

760

SALATIGA—Belasan warga yang merasa tertipu dari usaha kerja sama bagi hasil (investasi) dengan CV Global Transmedia Indonesia mendatangi Mapolres Salatiga, Kamis (13/2) siang. Mereka mengadukan pengelola usaha tersebut yakni Vadhian Laksita Kusuma, 41, warga Dukuh Cabean RT 1 RW 14, Kelurahan Mangunsari, Salatiga.
Total warga yang menjadi korban bisnis berkedok investasi ini diperkirakan mencapai 47 orang dan sertifikat yang terancam dilelang bank sekitar 54 buah. Kerugian total diperkirakan mencapai Rp 28 miliar. Korban tidak hanya dari Salatiga, melainkan juga dari Kabupaten Semarang, Batang dan sebagainya.
Salah seorang korban, Yusuf Zumanto, 44, warga Dukuh Cabean RT 1 RW 14, Kelurahan Mangunsari mengaku, dua sertifikatnya bakal dilelang BRI Cabang Ungaran dalam waktu dekat ini. “Bulan Maret nanti dua buah sertifikat rumah milik saya mau dilelang bank. Saat saya tanyakan ke bank, tunggakan plus bunganya mencapai Rp 750 juta,” keluh Yusuf di Mapolres Salatiga, Kamis siang.
Yusuf mengaku bergabung dengan bisnis investasi yang katanya bergerak di bidang komputer itu sejak Maret 2009 silam. Sesuai perjanjian, per bulan Maret 2012 sertifikat investor harus dikembalikan. “Namun setelah melampau waktu itu (Maret 2012) sertifikat tidak dikembalikan. Malah saya kaget ketika dihubungi pihak bank, bahwa rumah saya mau dieksekusi bank karena menunggak lama. Saya tidak tahu jika sertifikat jaminan itu diagunkan ke bank,” katanya.
Yusuf mengaku juga mendapat bagi hasil. Awalnya sesuai yang dijanjikan Rp 2 juta per bulan, namun lama kelamaan, jumlahnya tak menentu, bahkan pernah Yusuf hanya dikasih Rp 300 ribu.
Korban lainnya Slamet Surur, 42, warga Desa Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang mengatakan, sertifikatnya pada bulan Maret mendatang juga akan dilelang oleh BNI. Ia kaget ketika mendapat surat peringatan tentang tunggakan di bank yang harus dibayar. Selain itu juga ada surat pemberitahuan bahwa rumahnya hendak dilelang bank karena tidak memenuh kewajibannya.
“Saya penasaran dan datang ke bank, dari informasi yang saya dapatkan di bank tunggakan saya plus bunga yang harus dilunasi sebesar Rp 310 juta. Padahal saya merasa tidak pernah mengagunkan sertifikat saya. Anehnya lagi, sertifikat atas nama saya bisa berubah atas nama orang lain yang diduga sales CV Global Transmedia Indonesia,” katanya.
Mendapatkan laporan tersebut, Polres Salatiga langsung mengumpulkan mereka di Aula Mapolres. Para korban dipersilakan menjelaskan kronologis kejadian yang dialaminya. “Mereka baru mengadu, dan sudah kami layani dengan baik. Kami akan segera mengumpulkan data- data dari mereka. Selanjutnya akan kami tindaklajuti laporan itu,” ujar Kaurbiporeskrim Iptu Sulistiyono mewakili Kasatreskrim AKP Andie Prasetyo.
Sementara, dari pengamatan, kantor CV Global Transmedia Indonesia di Jalan Merak No 5 Kelurahan Mangunsari, kosong. Sudah tidak ada aktivitas lagi. Namun papan nama kantor tersebut masih terpasang. Vadhian diketahui sudah kabur bersama keluarganya sebelum kasus ini mencuat. (sas/ton)