Ekspor Jateng Tak Stabil

310

SEMARANG – Nilai ekspor Jateng di bulan Desember 2013 lalu mencapai nilai tertinggi di sepanjang tahun 2013, yaitu sebesar 586,42 juta USD atau meningkat 39,83 persen dibandingkaan ekspor November 2013 yang mencapai 419,38 juta USD. Namun demikian, agaknya nilai ekspor di awal tahun ini mengalami penurunan menyusul buruknya cuaca.
Menurut Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Jam Jam Zamachsyari, untuk ekspor Jateng ke negara Amerika Serikat periode Januari-Desember 2013 mencapai angka terbesar yakni 1.151,38 juta USD, sedangkan ke China dengan total nilai ekspor 634,77 juta USD dan Jepang dengan nilai ekspor 546,65 juta USD. Untuk tiga kelompok komoditas utama yakni tekstil dan barang tekstil dengan kontribusi 37,07 persen, kayu dan barang kayu dengan kontribusi 17,37 persen serta bermacam-macam barang pabrik dengan kontribusi 12,49 persen. Sedangkan ekspor migas pada bulan Desember 2013 mencapai 76,97 juta USD dan nonmigas sebesar 509,46 juta USD.
Sementara Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi mengeluhkan kondisi cuaca yang akhir-akhir ini mengganggu proses pengiriman hasil produksi industri sehingga ekspor kembali turun. ”Akibatnya barang yang harus kami kirim ke luar kota maupun luar negeri terpaksa harus ditumpuk di gudang, ini mengakibatkan kami rugi banyak. Selain itu impor bahan baku juga telat datang,” kata dia. (ars/smu/ce1)