Pekerja PT Bumen Redja Demo

311

Order Mengalami Penurunan
MUNGKID– Ratusan pekerja PT Bumen Redja Abadi Mertoyudan Kabupaten Magelang menggelar unjuk rasa ke Dinas Tenaga Kerja Sosial Transmigrasi (Disnakersostran), kemarin. Mereka mengaku resah dengan kebijakan perusahaan yang berdampak pada penurunan order dan penghasilan mereka.
Melalui aksi, pekerja perusahaan yang bergerak di bidang distributor itu meminta dinas memfasilitasi pertemuan dengan pihak manajemen. Supaya membatalkan kebijakan baru mengangkat koordinator yang mengatur para sopir sehingga mengurangi order mereka.
Koordinator aksi Subandrio mengatakan perusahaan tempat mereka bekerja, yang dianggap membuat keputusan sepihak. “Terus terang kami merasa bingung, resah dan tidak tahu harus bagaimana. Karena itu, kami datang untuk minta difasilitasi berdialog dengan pimpinan perusahaan kami. Sebenarnya, kemarin kami sudah bertemu namun tidak ada titik temu,” kata Subandrio.
Menurutnya, kebijakan perusahaannya yang tiba-tiba mengangkat koordinator baru, membuat pihaknya bingung. Padahal, selama puluhan tahun ini sudah ada koordinator yang mengatur kerja para sopir-sopir dan membaginya dalam beberapa kelompok.
“Dengan koordinator baru ini, membuat order kami berkurang. Secara otomatis, pendapatan kami juga berkurang. Ini yang membuat kami resah dan bingung. Terpisah, kami juga mempertanyakan penghentian order kami sementara tanpa alasan jelas,” ungkapnya.
Untuk diketahui, selama ini pihaknya bekerja sebagai tenaga ekspedisi barang berupa mobil. “Kami ambil dan kirim mobil-mobil ke sejumlah diler mobil. Sirkulasi hampir setiap hari kecuali Jumat. Dengan adanya koordinator baru, menjadikan kami harus berbagi order dengan kelompok lain. Karena tidak ada titik temu dalam pertemuan dengan pimpinan kami beberapa hari lalu, kami minta dinas memfasilitasi pertemuan lagi,” pintanya.
Sementara Plt Kepala Disnakersos dan Transmigrasi, Endot Sudiyanto mengaku, telah menerima aspirasi perwakilan pekerja tersebut. Secepatnya, pihaknya akan menyampaikan aspirasi mereka ke perusahaan (PT Bumen Redja Abadi). “Terkait keputusan atas usulan mereka (pekerja) disetujui atau tidak, itu kewenangan perusahaan mereka. Kita hanya memfasilitasi saja,” katanya, singkat. (vie/lis)