Desak Segera Benahi Jalur Evakuasi

310

MUNGKID—Pemerintah Kabupaten Magelang diminta tak hanya diam diri melihat sejumlah jalur evakuasi Merapi rusak akibat truk galian C. Apalagi pemkab dinilai paling bertanggung jawab atas pengaturan penambangan pasir.
”Retribusi yang diperoleh dari angkutan galian C kan mencapai miliaran. Seharusnya anggaran itu untuk perbaikan infrastruktur di wilayah Merapi,” kata relawan Linang Sayang, Yoga, kemarin.
Yoga mengaku prihatin dengan kondisi jalur evakuasi banyak berlubang. Salah satunya yakni jalan Muntilan-Dukun. Mestinya jalan berlubang yang sudah berlangsung sekitar beberapa bulan lalu itu segera mendapat perbaikan.
”Apalagi Jalan Muntilan-Dukun adalah jalur utama evakuasi masyarakt lereng Merapi apabila suatu saat Merapi erupsi kembali. Akses ini merupakan jalur termudah diantara yang lain,” ujar Yoga kemarin.
Dia mendesak Pemkab Ma­ge­lang menaruh perhatian terhadap jalur evakuasi.”Pemlab juga seharusnya tegas soal tonase. Karena banyak truk muatan melebihi tonase yang kemudian membuat jalur cepat rusak,” kata dia.
Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Magelang Achmad Sarwo Edi juga menyatakan hal serupa. Melalui Dinas Perhu­bungan dan Kepolisian dia minta untuk melakukan koordinasi dan bertindak tegas menangani tonase truk pasir. “Komisi C selalu memberikan perhatian. Kami memberikan dorongan untuk menertibkan truk yang melebihi tonase,” kata Edi.
Dia menjelaskan, Komisi C te­ngah melangsungkan rapat dengan Pemkab Magelang membahas RAPBD 2014. Pemkab telah me­ng­a­lokasikan dana sekitar Rp 11 miliar untuk infrastruktur di Ka­bu­paten Magelang. Untuk itu, dia mendesak Pemkab Magelang un­tuk melakukan perbaikan jalan yang termasuk prioritas. ”Kita ha­rapkan ada skala prioritas,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga DPU dan ESDM Kabupaten Magelang David Rubiyanto juga sempat menyebut Pemkab Magelang sudah mengetahui adanya kerusakan jalur evakuasi tersebut. Rencananya, pada tahun ini akan ada perbaikan di jalur Muntilan-Talun itu. “Baru kami usulkan anggarannya. Namun, penanganan di jalur tersebut tidak bisa secara keseluruhan atau bertahap,” kata David. (vie/lis)