Harus Perhatikan Lingkungan

280

Pembangunan Rumah Ibadah

WONOSOBO—Bupati Wonosobo Ab­dul Kholiq Arif menyarankan agar da­lam membangun tempat ibadah, tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan. Sehingga keberadaan tempat ibadah, mampu mencapai tujuan pokoknya sebagai fungsi melakukan ibadah sekaligus ruang mencari ilmu.
“Dalam pembangunan sarana ibadah, juga memperhatikan penataan dan pemeliharaan lingkungan, sehingga selain nilai estetika lingkungan didapat, juga tidak merusak lingkungan yang sudah terba­ngun dengan baik,”kata Bupati Kholiq Arif saat meresmikan Masjid Darul Arqam di Dusun Deles Desa Lumajang, Kecamatan Watumalang, kemarin.
Kholiq mengatakan, termasuk dalam pembangunan masjid, diharapkan berada pada lokasi yang aman, misalnya saja dari ancaman tanah longsor atau tanah retak. Sehingga keberadaan masjid, mampu dijangkau semua warga, sekaligus menjadi sarana ibadah yang strategis.
“Tempat ibadah, bisa menjaga kerukunan umat beragama serta bisa ikut menjaga kondisi daerah yang sekarang sudah dalam kondisi aman dan harmonis,”katanya.
Dikatakan Kholiq, masyarakat seringkali memandang, masjid semata-mata hanya­lah tempat untuk melaksanakan salat ataupun pengajian semata. Pandangan tersebut tidak salah, namun apabila masyarakat mampu melihat secara lebih luas esensi keberadaan masjid yang ada di sekitar lingkungannya, pasti akan banyak tergali fungsi yang bisa dimanfaatkan. “Sebagai sarana untuk melakukan perbuatan yang mengandung kebaikan dan kebajikan,” imbuhnya.
Kholiq juga menyarankan kepada para pengurus masjid, agar dalam setiap pengajian yang digelar masyarakat, tidak menggoncangkan kebersamaan serta kerukunan umat yang sudah kondusif. Sehingga inti pengajian, yakni untuk menjaga kerukunan umat serta terbangunnya cara hidup sesuai yang diarahkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW bisa terwujud.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pe­santren Darul Arqhom Kendal, KH. Ishak, meminta agar pembangunan masjid ini, bisa menjadi sarana bagi umat dalam meningkatkan semangat beragamanya, sehingga bisa meningkatkan keimanan dan memperkokoh pemahaman keagamaan, yang pada ujungnya bisa terbangun sikap toleransi antarumat beragama. “Tentu tidak hanya di Desa Lumajang saja, tapi Wonosobo secara umum dan Indonesia dalam skala lebih luas,” katanya. (ali/lis)