Tukar Guling Tanah Alot

311

TEMANGGUNG—Rencana tukar guling tanah bengkok di Desa Kruwisan, Kecamatan Kledung menjadi persoalan serius di kalangan legislatif. Sebab, meskipun secara adminsitratif telah memenuhi syarat, masyarakat setempat justru menuntut untuk mengulang proses tersebut. Komisi A DPRD setempat langsung mengambil tindakan mediasi.
Munculnya persoalan tarik ulur sendiri setelah warga mengaku tidak dilibatkan dalam musyawarah tukar guling tanah tersebut. Dengan tidak melibatkan warga, mereka menganggap bahwa putusan perangkat desa tidak sah. “Tolong tanyakan dulu pada warga apakah warga setuju atau tidak sebelum komisi A memberikan persetujuan,” tuntut Maryadi, 54, warga setempat.
Tanah bengkok di Desa Kruwisan direncanakan akan ditukar guling dengan tanah milik warga desa setempat. Sejak 1986, salah seorang warga, Hadi Suwarno telah memanfaatkan lahan bengkok seluas 400 meter dan akan menggantinya dengan tanah seluas 1.200 meter. Warga lain yang menggunakan tanah bengkok adalah Anhariyanto dengan luasan 1.700 meter dan akan diganti dengan tanah seluas 3.316 meter.
Kepala Desa Kruwisan, Turnadi, mengatakan sebagai pimpinan desa pihaknya menawarkan proses rencana tersebut dimulai dari awal. Namun, rencana tersebut dinilai akan memperpanjang masa tukar guling. “Saya tawarkan agar dimulai dari awal lagi,” katanya.
Ketua Komisi A DPRD Temang­gung, Masfufah, saat memediasi persoalan ini mengatakan, pihaknya meminta agar perangkat dan masyarakat melakukan rapat terlebih dahulu sehingga dicapai simpulan. Sejauh ini, persyaratan administratif untuk tukar guling tanah telah lengkap.
“Sesuai dengan Permendagri No. 4 tahun 2007, salah satu syarat tukar guling tanah bengkok adalah minimal luas dan tanah pengganti harus sama dan memiliki produktivitas lebih baik. Kami sudah melihat kondisi lahan pengganti,” terangnya.
Pihaknya mengusulkan apabila tarik ulur antara warga dan perangkat terus berlanjut agar melakukan konsultasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sebab, DPRD tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penilaian. “Silakan agar tidak ada ragu-ragu,” tandasnya. (zah/lis)