Pelaku Sempat Lapor ke Polisi

328

Pencuri Mobil Penuh Uang, Karyawan Sendiri
BARUSARI — Teka-teki pelaku pencurian mobil PT Nawakara Arta Kencana yang berisi Rp 220 juta pada Sabtu (1/3), akhirnya terbongkar.
Pelaku adalah Andi Setiawan, 25, warga Gedongsongo RT 8 RW 2, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat. Ia karyawan PT Nawakara, perusahaan jasa pengambilan uang. Tim Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin Iptu Willy Budianto, berhasil membekuk Andi, tak lama setelah kejadian.
Yang menarik, pelaku sempat menemani dua rekannya melaporkan kasus pencurian mobil di Polrestabes Semarang usai kejadian. Petugas pun sempat curiga. Saat diperiksa, Andi terus berkilah. Yang terjadi, pemuda yang tiga tahun bekerja di perusahaan itu, sempat mengarang cerita kepada petugas agar aksinya tidak terbongkar.
Tapi, setelah diperiksa dan dikeler cukup lama ke sejumlah lokasi, akhirnya Andi menyerah. Ia mengaku mencuri mobil berisi uang Rp 200 juta itu. Andi beralasan terpaksa mencuri, karena terdesak kebutuhan ekonomi. Alasannya, ia punya utang Rp 150 juta. Maka, ia merencanakan aksinya. ”Saya merencanakan selama dua hari. Nekat saja, karena sudah terdesak banyak utang.”
Pada Kamis (27/2), ia mendatangi tempat duplikat kunci di Jalan Abdul Rahman Saleh, Semarang Barat. Pelaku berhasil menggandakan kunci. Ia lantas berangkat kerja.
”Saya menggandakan kunci mobil dengan membayar Rp 20 ribu.”
Setelah semua persiapan dinilai matang, ia mulai beraksi. Sebelumnya, ia berusaha meyakinkan dua karyawan yang hendak mengambil uang untuk membawa mobil yang sudah digandakan kuncinya.
Dua karyawan itu adalah Danang Prasetyo, 33, warga Tlogosari, Pedurungan; dan Damas Bawono, 29. ”Sudah tahu jadwalnya ke mana-mana saja. Jadi, saya stand by di Stasiun KA Poncol, kebetulan sedang libur.”
Begitu mobil diparkir, Andi langsung masuk menggunakan kunci duplikat. Agar tidak dicurigai, ia menggunakan seragam kantor yang sudah disiapkan. Berhasil masuk, mobil langsung dibawa kabur ke arah Indrapasta untuk menghilangkan jejak. ”Saya tinggalkan, karena tidak bisa membuka kunci brankas. Padahal, rencananya hendak buat bayar utang Rp 150 juta.”
Kepala Polrestabes Semarang Kombes Djihartono mengatakan, tersangka ditangkap setelah petugas Resmob melakukan penyelidikan mendalam.
Tersangka diketahui sempat datang ke Mapolrestabes Semarang dan mengantarkan dua korban yang melapor. ”Tersangka merupakan karyawan perusahaan. Ia melakukan aksi pencurian, berdalih ingin memiliki uang.”
Sayangnya, setelah berhasil mencuri mobil berisi uang, tersangka kesulitan membuka brankas. ”Uang di dalam brankas totalnya Rp 223 juta. Tapi tersangka tidak bisa membuka.”
Saat ini, Reskrim Polrestabes masih mengembangkan kemungkinan adanya tersangka lain. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Ancaman hukumannya, maksimal tujuh tahun penjara.
Seperti diberitakan, Grand Max milik PT Nawakara Arta Kencana, diketahui raib saat diparkir di depan Stasiun KA Poncol, Semarang, pada Sabtu (1/3) sekitar pukul 10.00. Di dalam mobil bernopol B 9338 PCE itu, terdapat uang cash Rp 220 juta.
Pencurian bermula saat dua karyawan PT Nawakara Arta Kencana, mendapat tugas dari kantornya mengambil uang dari sejumlah perusahaan. Tujuannya, tiga lokasi. Yakni Stasiun KA Tawang, Stasiun KA Poncol dan sebuah perusahaan di Jalan Gatot Subroto.
Tapi, saat mobil diparkir di halaman Stasiun Poncol dan ditinggal, mobil berhasil dicuri. Padahal, di dalamnya terdapat uang Rp 220 juta yang diambil dari Stasiun KA Tawang. (fth/isk/ce1)