Tebing Longsor, Jalan Tertutup

304

TEMANGGUNG—Bencana tanah longsor dan banjir kembali menyapa Kabupaten Temanggung. Banjir luapan air hujan menggenangi pemukiman di sejumlah desa di Kecamatan Parakan dan Kecamatan Ngadirejo, sementara di Kecamatan Gemawang tanah longsor melanda wilayah batas utara ini.
Banjir terjadi di Desa Traji, Kecamatan Parakan, Desa Manggong, Kelurahan Ngadirejo dan wilayah lain di sekitarnya. Banjir sendiri juga menyebabkan badan jalan jalur Parakan-Kendal tergenang dan pengendara harus ekstra hati-hati melintasi jalur berliku ini.
“Saya hampir terjatuh karena licin, dan di mana-mana air menggenangi jalan, sampai masuk pemukiman. Saya melihat banyak warga yang membuat bendungan di gerbang desa agar air tidak masuk kampung,” kata Amelia Tica, 22, warga Desa Dlimoyo, Kecamatan Ngadirejo.
Sementara itu, tanah longsor melanda Desa Nga­disepi, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Te­mang­gung, pada Senin (3/3) malam. Tebing setinggi sembilan meter longsor setelah sebelumnya terjadi hujan deras dalam waktu lama. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut tapi akses jalan antardesa dari Ngadisepi menuju Desa Kemiriombo menjadi tertutup.
Aktivitas warga pun menjadi terganggu.
”Kemarin itu hujan deras mulai pukul 15.00 sampai pukul 19.30, lalu sekitar pukul 20.00 terdengar gemuruh ternyata berasal dari longsoran tanah dan pepohonan. Beruntung saat terjadi longsor tidak ada orang yang lewat,”ujar Kepala Desa Ngadisepi, Sarjono.
Menurutnya, jalan di Desa Ngadisepi termasuk rawan sebab banyak yang di kanan kirinya terdapat tebing rawan longsor. Bahaya itu lebih mengancam terutama saat musim penghujan seperti ini.
Untuk mengatasi timbunan tanah yang menutup jalan warga dibantu anggota TNI dari Koramil 06 Jumo, dan petugas BNPB, menyingkirkan tanah dari jalan agar bisa dilewati kendaraan. Diperkirakan kerja bakti itu akan memakan waktu satu hari sampai gundukan tanah bersih dan akses jalan kembali normal. (zah/lis)