Humas Buat Edaran

283

TEMANGGUNG—Menyusul aksi penipuan bermodus wartawan terhadap sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif di Kabupaten Temanggung, Bagian Humas Setda Temanggung langsung mengambil tindakan dengan membuat surat edaran.
Surat edaran tersebut berisi peringatan waspada dini terhadap aksi penipuan. Dalam surat tersebut juga dilampirkan daftar awak media yang meliput di wilayah Kabupaten Temanggung.
“Kami mendapatkan masukan bahwa sejumlah pejabat telah dilakukan upaya tindak penipuan oleh oknum yang mengaku wartawan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kami segera membuat surat edaran,” kata Kasubbag Analisis Media, Bagian Humas, Setda Temanggung, Hendro Supriyanto.
Ia mengatakan, surat edaran tersebut selanjutnya didistribusikan kepada semua satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) untuk menjadi kontrol apabila modus serupa terjadi.
Daftar nama wartawan yang dilampirkan pada surat edaran tersebut agar ditempelkan pada tempat yang strategis.
“Untuk menghindari tindak penipuan, kami harus memberikan informasi kepada semua SKPD,” lanjutnya.
Ia mengatakan, selain membuat surat edaran, pihaknya juga mengimbau agar semua SKPD apabila menemui kasus atau hal yang janggal terkait dengan pemberitaan agar segera menghubungi Bagian Humas Setda Temanggung. “Jadi kadang ada yang datang juga ke kantor lalu mengancam akan memberitakan apabila tidak memberikan sesuatu. Dalam kasus ini sebaiknya langsung konfirmasikan ke Bagian Humas,” lanjutnya.
Ketua Forum Jurnalis Temang­gung, Heru Suyitno, mengatakan, para awak media di Temanggung yang tergabung dalam organisasi FJT tidak ada yang melakukan upaya penipuan atau tindak pemerasan terhadap pejabat. “Kami bekerja berdasarkan etika dan tidak ada diantara kami yang melakukan tindakan seperti itu,” terangnya.
Ia menegaskan, apabila terdapat oknum yang membawa nama wartawan, pihaknya berharap agar segera melaporkan temuan tersebut kepada Bagian Humas Sekretariat Daerah. Menurutnya, banyak modus yang dilakukan untuk menipu, termasuk media yang abal-abal. “Mereka membuat media sendiri dan mengaku wartawan, lalu melakukan tindakan penekanan. Kami berharap apabila ada hal semacam ini untuk segera dikomunikasikan,” tandas pewarta lembaga berita milik negara ini. (zah/lis)