Lebih Unik, Diiringi Musik Modern-Tradisional

346

Ujian Praktik Seni, Siswa Berkostum ”Limbah” Rumah Tangga

Ujian praktik seni pelajar kelas XII SMA Muhammadiyah I Muntilan berlangsung beda tahun ini. Selain digelar di monumen bambu runcing, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, mereka juga dituntut menggunakan kostum kesenian berbahan dasar sampah atau limbah rumah tangga.

Kostum itu digunakaan para siswa dalam pentas beragam kesenian tradisional khas Magelang. Salah satunya tarian topeng ireng. Kebanyakan kostum mereka berasal dari limbah rumah tangga, seperti bungkus mi instan, deterjen, sabun, biskuit, bungkus kopi, dan lain sebagainya. Sementara, topi yang dipergunakan juga berasal dari limbah botol air mineral.
Aksi siswa ini semakin menarik karena musik yang didendangkan sebagai pengiring merupakan paduan musik tradisional dan modern. Bahkan, diantara siswa ada yang mengkreasikan limbah rumah tangga tersebut menjadi topeng barongan. Tak pelak, aksi kesenian siswa ini banyak ditonton masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas.
Salah satu siswa, Ayik Anugraheni, 18, menuturkan, sempat malu saat mengenakan kostum berbahan baku limbah rumah tangga. Namun, belakangan dia semakin nyaman dan merasa tertarik dengan kostum yang berasal dari limbah tersebut.
”Selain aneh, ternyata kostum dengan bahan limbah ini malah menjadi menarik. Jadi, saya tidak malu untuk memakainya,” ujar dia.
Ayik mengatakan, limbah rumah tangga yang dibuatnya menjadi baju tersebut berasal dari bungkus makanan ringan yang dibeli dari kantin sekolah. Sementara, dia juga mengaku mengumpulkan bungkus lainnya dari sampah rumah tangga di rumahnya.
Kepala SMA Muhammadiyah I Muntilan, Yanto Siswoyo menjelaskan, kegiatan yang dilakukan siswa tersebut adalah ujian praktik seni budaya. Ujian kesenian tersebut, kata dia, melibatkan 169 siswa kelas XII yang dibagi dalam enam kelompok.
Menurut Yanto, ujian ini merupakan sarana pendidikan budi pekerti untuk membentuk karakter kemandirian siswa sebelum menghadapi ujian nasional. Selain melestarikan budaya tradisional, ujar dia, dengan pementasan ini diharapkan dapat menghindari kejenuhan para siswa sebelum menghadapi ujian nasional.
”Penggunaan kostum berbahan limbah karena merupakan kreativitas anak untuk peduli terhadap lingkungan. Ini juga bisa menjadi ajang refreshing bagi siswa sebelum ujian nasional,” tandasnya. (vie/lis)