Disuruh Curi Motor, ABG Ditangkap

335

MAGELANG—Hati-hati dalam memilih teman. Jangan sampai terjebak seperti AK, 17, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Bagaimana tidak, dia mau saja disuruh mencuri motor oleh temannya. Akibatnya, siswa sekolah kejar paket C di Kota Magelang ini harus mendekam di penjara. Sementara temannya yang menyuruh mencuri berhasil kabur. AK disangka mencuri motor Martin Noru, 30, warga Kampung Dukuh, Kelurahan Magelang, Magelang Tengah, Kota Magelang. Saat itu motornya tengah diparkir di Kampung Sanden, Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara.
”Niat saya cuma mau menolong Moko karena dia sedang butuh uang. Tidak tahunya malah disuruh nyuri motor,” katanya, saat ditemui di Mapolres Magelang Kota, kemarin.
Kepada wartawan, Moko mengaku sudah kenal de­kat dengan Moko. Suatu hari Moko mengajak bertemu AK dan mengajaknya jalan-jalan. Na­mun, ketika sampai di Jalan Aru, Kelurahan Wates, keduanya melihat sebuah sepeda motor korban diparkir di tepian jalan.
Saat itu pula Moko meminta AK untuk mencuri sepeda motor yang kebetulan dalam kondisi tidak dikunci stang dan lingkungan sepi. ”Saya disuruh ngambilin motor itu, lalu didorong Moko pakai sepeda motor miliknya. Moko menyuruh supaya motornya dibawa saya. Saya dijanjikan dapat bagian kalau motornya sudah terjual” akunya.
Namun sialnya, belum sempat menjualnya, aksi AK sudah diketahui jajaran Polres Magelang Kota yang telah mendapat laporan dari korban. AK pun akhirnya ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.
Kasubag Humas Polres Ma­ge­lang Kota, AKP Murdjito, menerangkan penangkapan AK bermula dari laporan korban. Petugas pun langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan. ”Dari hasil olah TKP dan penyelidikan kami dapatkan nama dua tersangka, yakni AK dan Moko. AK berhasil kami bekuk bersama sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Supra Fit, plat momor kendaraan dan kaca spion,” terang Murdjito.
Sedangkan Moko yang diduga menjadi otak kasus tersebut melarikan diri. Tersangka, kata Murdjito, dijerat pasal 362 KUHP tentang curanmor dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Untuk selanjutnya, polisi masih melakukan pengejaran terhadap Moko. (vie/lis)