Asmadinata Ajukan Banding

316

MANYARAN — Mantan hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang Asmadinata secara resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jateng. Sebelumnya, terdakwa kasus suap hakim Tipikor ini divonis pidana 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang.
Penasihat hukum Asmadinata, Susi Susilowati, saat dihubungi mengatakan, permohonan banding kliennya itu telah diajukan melalui Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Selasa (29/4) lalu. ”Kami sudah ajukan banding. Kami menilai putusan yang dijatuhkan majelis hakim terlalu berat,” katanya kepada Radar Semarang, Minggu (4/5).
Meski telah mengajukan banding, Susi mengaku belum menyusun memori banding. Pasalnya, dari pengadilan belum juga memberikan salinan putusan. Namun demikian, ia menyatakan yang akan menjadi pertimbangan dalam memori banding tidak jauh dari pembelaan (pledoi) yang disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang.
”Lebih lengkapnya seperti apa, akan kami pelajari lebih teliti lagi setelah menerima salinan putusan,” ujarnya.
Seperti diketahui, pada Selasa (22/4) lalu, majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menjatuhkan vonis pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 11 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan.
Hakim menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar ketentuan pasal 12 huruf C UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Dharmawangsa Medan, Sumatera Utara tersebut adalah satu dari majelis hakim yang menangani kasus dugaan korupsi mantan Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, M. Yaeni. Selain Asmadinata, ada dua hakim lainnya. Yakni, Pragsono dan Kartini Juliana Magdalena Marpaung.
Kartini telah lebih dulu divonis bersalah dan dihukum pidana 10 tahun penjara dalam putusan kasasi. Sedangkan Pragsono beberapa waktu juga mengajukan banding atas vonis pidana pidana 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan penjara yang dijatuhkan kepadanya. (fai/aro/ce1)