38 Siswa Mangkir Unas

328

Open Foto A/ SUMALI IBNU CHAMID/ RADAR SEMARANG

Ada yang Menikah

TEMANGGUNG–Sebanyak 38 siswa SMP di Kabupaten Temanggung tidak hadir dalam ujian nasional (unas) Senin (5/5) kemarin. Dari jumlah tersebut, di antaranya terdapat siswa yang menyatakan mengundurkan diri karena menikah. Sebagian lainnya mengaku sakit dan satu orang menyatakan tidak hadir karena tertabrak bus sebelum ujian dimulai. Total peserta di Kabupaten Temanggung total sebanyak 9.521 siswa SMP/MTs.
 “Sebanyak 38 siswa yang tidak ikut unas, satu di antara karena mengalami gegar otak akibat ditabrak bis setelah didata masuk dalam peserta ujian,”kata ketua pelaksana ujian nasional Kabupaten Temanggung Ujiono.
Ia menyebutkan, siswa tersebut atas nama Rivan Nikolas siswa SMP Salomo 3 Pringsurat, sedangkan 37 siswa lainnya yang tidak ikut unas diantaranya 5 siswa  dari SMP negeri, 22 siswa dari SMP terbuka, 7 siswa dari SMP swasta dan empat dari MTS swasta. “Mereka yang tidak ikut unas ini karena sudah resmi keluar sekolah masing-masing, paling banyak untuk siswa SMP terbuka,”terangnya.
Ia menuturkan, keluarnya 38 siswa ini dengan berbagai macam alasan, seperti, menikah bekerja, membantu orang tua dan ikut merantau orang tua ke luar daerah seperti Kalimantan dan Sumatera. Dengan tidak ikutnya ke 38 siswa ini, secara otomatis akan mempengaruhi tingkat kelulusan siswa SMP pada tahun 2014 ini, padahal sebelumnya pihaknya telah menargetkan 100 persen lulus.
“Jelas sangat mempengaruhi, kecuali kalau mereka tidak ikut unas karena alasan sakit atau alasan lainnya terus bisa mengikuti unas susulan. Tapi 38 siswa ini sudah resmi keluar dari sekolah masing-masing,”ucapnya.
Ia menambahkan, jika ada siswa yang tidak ikut ujian dengan alasan tertentu, maka masih bisa mengikuti unas susulan pada Senin (12/5) mendatang. Sementara itu, dari pantauan koran ini di beberapa SMP di Temanggung, semua siswa mengikuti unas dengan antusias. Siswa datang lebih pagi dari jadwal yang ditentukan sehingga ujian bisa dilakukan tepat waktu, termasuk di SMP LB Negeri Temanggung dua siswanya sangat serius mengikuti jalannya unas.
Namun demikian, sekolah mengaku kesulitan karena baru pertama kali dilakukan, sehingga membutuhkan keahlian khusus mengajar untuk para penyandang tunarungu ini, “Kami mempunyai kurikulum  berbeda dengan SMP reguler,”kata kepala SMP LB negeri Temanggung Ina Suyanti.
Di Wonosobo, unas diikuti 11.866 siswa SMP/MTs, Paket B/Wustha. Untuk mengantisipasi kebocoran, lembar jawaban siswa tiap pelajaran, sore hari langsung dikirim ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), One Andang Wardoyo, jumlah siswa SMP yang mengikuti unas 8.756 pelajar. Sedang MTs, 2.318, dan SMPLB 20 siswa. Untuk jenjang pendidikan kesetaraan paket B/Wustha, mencapai 772 orang.
“Secara umum pelaksanaan unas di Kabupaten Wonosobo, sejauh ini masih lancar,”ujarnya saat mendampingi Bupati Wonosobo HA Kholiq Arif memantau di SMPN 1, SMPN 2 dan MTs Negeri Wonosobo kemarin.
Menurut Andang, naskah soal didistribusikan di 6 subrayon, dan selalu dalam pengawasan ketat dari aparat kepolisian, demi menghindari kebocoran. Pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada semua sekolah agar tidak terpancing isu adanya kebocoran soal.
Andang menambahkan, unas berlangsung selama empat hari. Senin kemarin, bahasa Indonesia yang diujikan, kemudian Selasa matematika, bahasa Inggris pada Rabu, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kamis.
“Bagi para siswa yang tidak bisa mengikuti ujian utama, mengikuti susulan yang akan digelar pada 12-16 Mei 2014 mendatang,”katanya.
Bupati Kholiq Arif meminta kepada pengawas unas agar menjaga konsentrasi para siswa dengan bersikap wajar selama pemantauan. Kepada para kepala sekolah, ia juga meminta agar situasi dan kondisi lingkungan sekolah selama berlangsungnya unas selalu dijaga agar tidak mengganggu konsentrasi siswa.(zah/ali/lis)