Cabuli Anak TK di Kandang Sapi

403

UNGARAN — Ketagihan seks karena pernah ’jajan’ di lokalisasi Sembir Salatiga, Tukiman, 23, warga Getasan, Kabupaten Semarang, nekat mencabuli anak tetangganya, Ga, 5.
Pelaku mencabuli korban yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak itu, di kamar rumahnya. Juga, di kandang sapi di belakang rumah pelaku.
Tukiman diringkus polisi, belum lama ini. Tepatnya, pelaku dibekuk oleh anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Semarang, setelah orang tua korban melapor.
Saat ini, Tukiman mendekam di rumah tahanan Mapolres Semarang untuk menjalani proses hukuman.
Tukiman mengaku, perbuatan bejatnya dilakukan karena tiba-tiba hasrat seksnya muncul.
Kebetulan, ketika itu, rumahnya sedang sepi. Begitu melihat Ga melintas di depan rumah menuju kios kelontong untuk membeli kecap, hasrat Tukiman langsung memuncak. Dia memanggil gadis cilik tersebut, untuk melampiaskan nafsunya.
”Saya iming-imingi nonton televisi dengan film anak-anak. Lalu, saya bawa ke kamar dan saya raba-raba,” ucap pelaku. Tak puas di kamar, korban diajak ke kandang sapi. Di sana, korban dicabuli. ”Saya kasih uang Rp 20 ribu dan saya bilang jangan ngomong siapa-siapa,” kata Tukiman.
Tukiman mengaku hasrat seks muncul, setelah berhubungan dengan seorang pekerja seks di lokalisasi di Salatiga. ”Saya selalu pingin seperti itu, karena pernah merasakan. Dulu diajari kakak saya diajak ’jajan’ di Salatiga. Jadi saya ketagihan pengin ”gituan” terus,” aku Tukiman.

Kasus tersebut terbongkar, karena korban merasakan sakit pada kemaluan. Ia lantas mengadu ke orang tuanya.
Penyidik menjerat Tukiman dengan pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Juga pasal 290 KUHP. Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara.
”Kami langsung melakukan penyidikan, termasuk mengambil visum dari RSUD Ungaran. Hasilnya, ada luka pada alat vital korban. Tersangka kami jerat pasal berlapis, yakni tentang pelanggaran UU Perlindungan Anak dan pasal 290 KUHP,” ungkap Kapolres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan yang diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Pahala Martua Nababan. (tyo/isk/ce1)