Cuaca Sebabkan Tomat Rusak

288

TEMANGGUNG—Selain cabai, komoditas andalan petani di Kabupaten Temanggung adalah tomat. Namun karena anomali cuaca yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan komoditas campuran sambal ini rusak. Puluhan hektare lahan tomat mengering dan para petani harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.
Tomat ditanam pada Januari lalu, usai penanaman, ternyata curah hujan sangat tinggi dan daya tahan tanaman tomat dengan hujan yang intensitas tinggi tidak kuat. Akibatnya, tanaman tomat mati membusuk. “Tomat sangat rentan penyakit, apalagi kalau musim hujan cepat sekali membusuk,” kata Utomo, 38, warga Desa Danupayan, Kecamatan Bulu.
Menurutnya, hujan yang terjadi selama musim tanam, perawatan hingga masa pembuahan, sangat berpengaruh pada hasil panen. Untuk tanaman tomat akan menghasilkan kualitas yang bagus ketika curah hujan seimbang.
Namun keluhnya, pada saat tanaman tomat miliknya memasuki masa pembuahan sekitar awal bulan Maret lalu, curah hujan justru semakin tinggi. Kondisi ini membuat tanaman tomat miliknya tidak berbuah dengan maksimal.  Padahal, saat musim tanam hingga perawatan, ia telah melakukan perawatan yang maksimal, sehingga tanaman tanaman tomatnya masih bertahan hingga masa pembuahan.
“Berbagai cara sudah saya lakukan. Mulai dari penyemprotan dengan mengunakan pestisida pemangkasan daun dan perawatan rutin lainnya sudah dilakukan. Tapi karena tidak kuat dengan tingginya curah hujan, akhirnya pada masa pembuahan tanaman kering, sehingga pada masa pembuahan tidak maksimal sebagian besar tomat busuk sebelum panen,”keluhnya
Ia menjelaskan, dari kurang lebih satu hektare lahan yang ditanami tomat sedikitnya membutuhkan modal Rp 17 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli pupuk kandang, pupuk kimia, plastik, bambu, bibit tomat dan tenaga kerja.
Dengan kondisi seperti saat ini, ia mengaku modal sebesar itu tidak kembali sedikitpun. Sebab selain harga tomat saat ini sedang anjlok, tomat tidak berbuah maksimal sehingga tidak laku dijual.(zah/lis)