Durian Sijeblok Laku Rp 100 ribu

332

Festival Raja Buah Desa Wilayu

WONOSOBO – Desa Wilayu, Kecamatan Selomerto, sudah sejak lama terkenal dengan beragam varian durian. Ketika musim durian tiba, desa yang dilewati jalur lingkar selatan Wonosobo tersebut, menjadi tujuan utama para penggemar si raja buah ini.
Enaknya rasa buah Wilayu, menyedot hampir tiap hari ribuan pengunjung. Tak hanya dari Wonosobo, tetapi juga dari  kota lain seperti Semarang, Purwokerto, Tegal, bahkan Cirebon dan Tasikmalaya.
Dari beberapa varian durian dari Desa Wilayu, sijeblok menjadi salah satu yang bisa membuat penikmatnya merogoh kocek dalam dalam. Dengan rasa khas manis, berpadu sedikit pahit, durian sijeblok dihargai hingga Rp 100 ribu per buah, bahkan tak jarang bisa lebih.
Selain rasa yang bisa membuai lidah, sijeblok memiliki ciri khas dari sisi ukuran, yaitu lebih besar dari rata-rata durian lainnya. Bila kebanyakan durian hanya memiliki berat sekitar 1-1,5 kilogram, sijeblok bisa mencapai 3 kilogram per buah.
Selain itu, dagingnya pun lebih tebal dan warnanya lebih kuning. Bagi para pedagang, sijeblok diakui mampu mendatangkan keuntungan berlipat, karena dalam sehari saja, tak kurang dari 300 biji dapat berpindah tangan ke pembeli.
“Kalau pas ramai, bisa laku sampai 500 biji,”kata Badar, 47, salah seorang pengepul durian Wilayu, pada Festival Raja Buah Ki Rancangsari di Lapangan Desa Wilayu, Sabtu (3-4/5).
Camat Selomerto, Supratman mengatakan, sijeblok merupakan primadona durian Wilayu, mengalahkan dua jenis durian lain, yaitu siberuk dan sipatudea. Dengan ukuran yang lebih besar dibanding jenis lainnya, warna buah kuning segar, serta didukung rasanya yang sangat khas.
“Sijeblok tak kalah dengan durian-durian dari daerah lain atau bahkan durian impor,”katanya.
Namun demikian, kata Supratman, dengan potensi ekonomi begitu besar, durian sijeblok ternyata belum mendapat sentuhan inovasi teknologi pertanian modern. Para pemilik pohon masih sekadar memelihara pohon dan menunggu musim buah tiba.
“Karena itu, kami terus mengupayakan langkah agar durian asal Wilayu bisa mendapat sentuhan teknologi, agar kelak mampu berkembang dan bersaing dengan varian durian lainnya, dan mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.(ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.